CIREBON – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang tengah dilanda kekeringan parah dan kesulitan akses air bersih. Dalam kunjungannya, Saan menyalurkan bantuan berupa mobil tangki air bersih dan tandon penampungan untuk meringankan beban warga.
Kegiatan peninjauan ini berlangsung di Desa Slangit, Kabupaten Cirebon, dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, jajaran pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Cirebon, serta perangkat desa setempat.
Data kekeringan tahun 2026 menunjukkan bahwa enam kecamatan di Kabupaten Cirebon terdampak kekeringan ekstrem. Kondisi ini memengaruhi 8.137 jiwa atau 3.323 kepala keluarga (KK) yang sangat membutuhkan pasokan air bersih.
Desa Slangit menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak paling berat, dengan sekitar 4.000 warga terdampak langsung. Mereka telah lama menghadapi masalah serius terkait akses air bersih. Keterbatasan sumber air memaksa sebagian warga mencari alternatif, bahkan menggunakan air sungai atau saluran irigasi yang dinilai tidak layak untuk keperluan mandi dan mencuci.
“Problem utama di sini adalah akses air bersih yang sudah berlangsung sangat lama. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi kita semua,” ujar Saan dalam keterangannya saat meninjau lokasi, Minggu (30/8/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Saan menyalurkan bantuan darurat yang meliputi armada mobil tangki air bersih, tandon penampungan air, dan mesin pompa air. Namun, ia menekankan bahwa penyaluran air bersih semata tidak akan menyelesaikan akar permasalahan.
Lebih lanjut, Saan mendorong adanya langkah-langkah jangka panjang untuk menjamin masyarakat memiliki akses air yang layak dan berkelanjutan. Ia menginisiasi sinergi antara DPR RI, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dan Pemerintah Daerah untuk menangani persoalan ini secara komprehensif.
Beberapa skema infrastruktur permanen telah disiapkan sebagai solusi jangka panjang. Rencananya akan dibangun sumur bor dalam dengan kedalaman lebih dari 185 meter, sistem tandon air yang ditenagai panel surya, mesin penyaring air untuk mengolah air yang tidak layak menjadi bersih, serta pembangunan jalan penghubung desa guna mempermudah distribusi dan mobilitas.
Saan menegaskan bahwa persoalan air bersih di Desa Slangit akan terus dikawal. Menurutnya, bantuan darurat bersifat penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak, namun pembangunan infrastruktur dan penyediaan sumber air yang berkelanjutan menjadi kunci agar masalah serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami sedang berupaya menyiapkan solusi komprehensif, mulai dari penanganan jangka pendek hingga jangka panjang. Dirjen SDA Pak Arnold Ritiauw telah menyiapkan beberapa skema teknis yang diharapkan dapat menyelesaikan akar permasalahan air bersih secara permanen, sehingga warga tidak kesulitan lagi ke depannya,” imbuhnya.






