Osi Aulia, seorang remaja berusia 14 tahun, kini menghadapi tantangan hidup baru setelah didiagnosis menderita tumor tulang yang berujung pada amputasi kaki kanannya. Peristiwa ini bermula ketika Osi terjatuh karena ketakutan saat melihat seekor anjing di dekat rumahnya, namun ia tidak dapat bangkit kembali. Kondisi ini telah berlangsung selama setahun sejak insiden awal. Setelah menjalani proses medis yang diperlukan, Osi mengungkapkan keinginannya yang kuat untuk kembali melanjutkan pendidikan di bangku sekolah, terutama karena teman-temannya kini telah naik ke kelas 9 sementara ia masih tertinggal jauh.
Namun, harapan Osi untuk kembali bersekolah terhalang oleh kondisi ekonomi keluarganya yang prasejahtera. Ayahnya tidak dapat bekerja karena sakit, sementara ibunya berprofesi sebagai buruh pemetik teh. Keterbatasan finansial ini membuat Osi kesulitan untuk mengakses kaki palsu yang sangat dibutuhkan agar dapat beraktivitas kembali. Osi sendiri kerap membantu ibunya menjual gorengan di sekitar rumahnya di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk menambah pemasukan keluarga.
Dengan memiliki kaki palsu, Osi berharap dapat kembali mengenyam pendidikan dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban ibunya, Popon, yang setiap hari harus bangun pagi untuk berangkat ke kebun dan memetik puluhan kilogram daun teh demi mendapatkan penghasilan yang minim.
Seorang relawan dari berbuatbaik.id, Heri, menekankan pentingnya pendidikan bagi Osi. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama untuk memperbaiki nasib keluarga Osi agar tidak terus-menerus terperangkap dalam kemiskinan. Ia berpendapat bahwa Osi harus menyelesaikan pendidikan formalnya setidaknya hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau jenjang yang setara. Melalui platform berbuatbaik.id, diharapkan ada uluran tangan dari masyarakat untuk membantu Osi mendapatkan kaki palsu sehingga semangatnya untuk kembali bersekolah tidak padam karena keterbatasan fisik.






