JAKARTA – Ekspektasi terhadap kualitas layanan bandara semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan pariwisata dan mobilitas internasional. Pemulihan sektor pariwisata Indonesia ditandai dengan melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara yang hampir menyamai angka sebelum pandemi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,9 juta pada 2024, sebuah peningkatan signifikan sebesar 19,05% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan tenaga kerja layanan bandara yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris standar internasional.
Menjawab tantangan ini, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menggandeng ELSA Business, sebuah platform pelatihan bahasa Inggris yang diakui secara global. Kolaborasi ini menghadirkan program ‘Multilanguage with AI-Powered Coaching’ sebagai pelatihan wajib bagi unit Customer Handling Service di sembilan bandara.
Program ini merupakan bagian dari strategi InJourney Airports untuk membangun talenta berdaya saing global. Dengan memperkuat kompetensi komunikasi bahasa Inggris bagi Customer Handling Officer sebagai garda terdepan pelayanan, perusahaan berupaya meningkatkan kualitas layanan bandara agar berstandar kelas dunia dan daya saing bandara Indonesia di kancah global.
Hary Budi Waluyo, Learning and Development Group Head InJourney Airports, menyatakan bahwa kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. “Transformasi layanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan setiap karyawan kepada pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini secara langsung mendukung transformasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan berstandar internasional yang menjadi misi strategis InJourney Airports. Melalui program ini, Customer Handling Officers akan mengikuti pelatihan berbasis AI yang mensimulasikan berbagai situasi nyata di bandara, seperti memberikan informasi kepada penumpang internasional, menangani keluhan, hingga melakukan perbaikan layanan (service recovery).
Selain itu, karyawan pada fungsi bisnis akan mempelajari ‘Professional Business Communication’ untuk mendukung komunikasi di lingkungan kerja. Seluruh materi dirancang sesuai kebutuhan masing-masing peran dan dapat diakses kapan saja melalui smartphone, memungkinkan karyawan belajar secara fleksibel di sela pergantian shift, saat perjalanan, maupun di waktu luang tanpa mengganggu operasional.
ELSA Business, sebagai platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis AI, menawarkan pengalaman belajar yang adaptif melalui teknologi AI Speech Analysis, role-play berbasis skenario pekerjaan, serta pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai tingkat kemampuan dan bidang profesi peserta. Platform ini juga memungkinkan perusahaan mengukur dampak program secara nyata melalui analytics dashboard yang memberikan visibilitas terhadap perkembangan kompetensi setiap karyawan.
Will Polese, Vice President of ELSA Business, menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang berkualitas. “Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan. Kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, ELSA Business dan InJourney Airports berharap dapat membangun tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri global sekaligus memperkuat pengalaman jutaan penumpang yang dilayani di bandara-bandara Indonesia setiap tahunnya.






