Geger Online – 04 Oktober 2026 | Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan mobil pemadam kebakaran saat menjalankan tugas kemanusiaan. Kesaksian petugas damkar di Pangkep yang selamat dari kecelakaan [titlebase] memberikan gambaran betapa krusialnya situasi di lapangan ketika armada harus bermanuver dalam kecepatan tinggi demi mencapai lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Labakkang. Peristiwa nahas ini tidak hanya merenggut nyawa tiga personel terbaik, tetapi juga memicu perhatian nasional terkait standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di lapangan.
Kecelakaan terjadi saat tujuh petugas damkar bergerak cepat dari arah Makassar menuju Barru. Berdasarkan kronologi di lapangan, pengemudi mencoba bermanuver untuk mendahului kendaraan di depannya. Namun, upaya tersebut terhambat oleh keberadaan truk losbak yang terparkir, memaksa pengemudi melakukan manuver mendadak. Meski kesaksian petugas damkar di Pangkep yang selamat dari kecelakaan [titlebase] menunjukkan adanya upaya maksimal untuk menghindari benturan, beban air yang penuh dan kecepatan tinggi membuat kendaraan kehilangan kendali, menabrak trotoar, hingga terguling sebanyak dua kali.
Tiga petugas yang gugur dalam peristiwa ini adalah Komandan Peleton (Danton) Ince Irwan Nurdin, Rusman Hadi, dan Jamaluddin yang sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Sementara itu, empat rekan lainnya yakni Muh Insani Kamil, Muhammad Ardi, Agus, dan Haris, saat ini masih dalam pemulihan medis. Pentingnya mendengarkan kesaksian petugas damkar di Pangkep yang selamat dari kecelakaan [titlebase] menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pihak terkait untuk meminimalisir risiko serupa di masa depan.
Also Read
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, telah mengunjungi keluarga korban untuk memberikan santunan sekaligus menyampaikan belasungkawa. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP operasional, kesiapan personel, serta kondisi kelayakan armada pemadam kebakaran di daerah. Langkah ini diambil agar petugas yang berada di garis depan tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga perlindungan sistemik yang memadai.
Berikut adalah rincian dukungan yang diberikan kepada keluarga petugas:
- Santunan duka dari Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp20 juta per ahli waris.
- Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp70 juta per ahli waris.
- Bantuan pemulihan bagi empat petugas yang selamat masing-masing sebesar Rp5 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa risiko yang dihadapi oleh petugas damkar sangat besar. Kelayakan armada dan kelengkapan alat pelindung diri kini menjadi sorotan utama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Diharapkan, melalui evaluasi yang dilakukan Kemendagri, sistem pendukung keselamatan bagi petugas pemadam kebakaran dapat ditingkatkan secara signifikan. Kepergian ketiga pahlawan kemanusiaan ini meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Pangkep, sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem operasional pemadaman kebakaran di Indonesia agar lebih aman bagi petugas di lapangan.



