Tragedi Kemanusiaan: Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal Dunia

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

26 September 2026, 23:52 WIB

Tragedi Kemanusiaan: Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal Dunia
Tragedi Kemanusiaan: Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal Dunia
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 26 September 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia transportasi setelah seorang sopir truk yang dibakar hidup-hidup bosnya di Bali, meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Korban bernama Gede Selamet (21) mengembuskan napas terakhirnya di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, setelah menjalani perawatan intensif selama satu minggu pasca-insiden keji yang menimpanya pada Jumat (18/9/2026) di Karangasem.

Peristiwa ini bermula dari perselisihan terkait setoran uang hasil kerja sebesar Rp 8,5 juta yang belum dibayarkan korban kepada pelaku berinisial IPCP (37). Ketegangan yang berujung pada aksi kriminal tersebut kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebagai sopir truk yang dibakar hidup-hidup bosnya di Bali, meninggal dunianya I Gede Selamet menjadi pukulan berat, mengingat ia merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini membantu ekonomi orang tuanya.

Kondisi kesehatan korban memang sudah sangat kritis sejak dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami luka bakar mencapai 68 persen yang tersebar di area wajah, leher, dada, punggung, hingga kaki. Selain luka bakar fisik, korban juga menderita trauma inhalasi akibat menghirup uap panas saat kejadian. Kondisi ini menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru yang parah, sehingga upaya resusitasi dan bantuan ventilator tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Biaya pengobatan selama masa kritis mencapai angka Rp 88 juta. Karena statusnya sebagai korban tindak kriminal, biaya tersebut tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini memicu aksi solidaritas dari berbagai pihak. Hingga saat ini, tercatat beberapa bantuan telah disalurkan, termasuk donasi sebesar Rp 25 juta dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diserahkan langsung ke pihak rumah sakit. Masyarakat dan komunitas relawan juga turut bahu-membahu mengumpulkan dana untuk membantu keluarga korban yang kesulitan secara finansial.

Di sisi lain, proses hukum terhadap pelaku berinisial IPCP (37) terus berjalan. Pihak kepolisian di Karangasem telah menetapkan pelaku sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan berencana. Kasus sopir truk yang dibakar hidup-hidup bosnya di Bali, meninggal dunia ini kini menjadi sorotan publik luas sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja di lapangan.

Kejadian ini tidak hanya menyoroti sisi kelam hubungan industrial, tetapi juga menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap tindak kekerasan di lingkungan kerja. Keluarga korban berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Jenazah korban saat ini masih berada di rumah sakit untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga untuk upacara pemakaman yang direncanakan pada awal Oktober mendatang.

Peristiwa tragis ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara hukum, bukan dengan kekerasan. Keselamatan dan hak asasi setiap pekerja merupakan prioritas yang harus dijunjung tinggi dalam ekosistem kerja apa pun di Indonesia.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru