Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase]

Author Image

Raonaid arva (teutonic) Phyllis

-

gegeronline.co.id

Terbit

20 Oktober 2026, 17:52 WIB

Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase]
Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase]
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 20 Oktober 2026 | Langkah besar diambil oleh otoritas pasar modal Indonesia dalam upaya menjaga integritas dan akurasi indeks acuan. Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase] menjadi sorotan utama pelaku pasar setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengumumkan kebijakan strategis tersebut di Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan kondisi pasar yang lebih riil dan wajar.

Saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) merupakan saham yang kepemilikannya terkonsentrasi pada segelintir pihak, seperti pendiri, keluarga, atau grup usaha tertentu. Kondisi ini menyebabkan jumlah saham yang beredar di pasar atau free float menjadi sangat terbatas. Saat ini, terdapat 80 saham yang masuk dalam kategori HSC dengan total bobot mencapai 18 persen dari keseluruhan IHSG.

Jeffrey Hendrik menekankan bahwa kebijakan ini bukan berarti saham-saham tersebut akan dihapus dari bursa atau mengalami delisting. Saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan oleh investor seperti biasa. Namun, pergerakan harganya tidak akan lagi diikutsertakan dalam penghitungan IHSG karena dinilai memiliki potensi risiko yang dapat mendistorsi gambaran pergerakan pasar secara keseluruhan. Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase] sebagai upaya preventif agar indeks tetap kredibel di mata investor domestik maupun internasional.

Perlu dipahami bahwa penetapan kategori HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran hukum oleh emiten terkait. Penetapan ini murni didasarkan pada aspek struktur kepemilikan. Sebelumnya, BEI juga telah menerapkan kebijakan serupa dengan mengeluarkan saham-saham HSC dari indeks acuan lainnya seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Langkah ini selaras dengan diskusi yang dilakukan pihak bursa dengan MSCI untuk meningkatkan standar transparansi pasar modal Indonesia.

Selain mengeluarkan saham HSC, BEI juga berkomitmen untuk menambahkan informasi afiliasi bagi pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen. Kombinasi dari kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih transparan dan memberikan perlindungan lebih baik bagi investor ritel. Usai bertemu MSCI, BEI akan keluarkan 80 saham HSC dari IHSG, ini daftarnya [titlebase] kini menjadi babak baru dalam tata kelola indeks bursa nasional.

Sebagai catatan, jika di kemudian hari emiten yang saat ini masuk kategori HSC berhasil memperbaiki struktur kepemilikannya dan tidak lagi memenuhi kriteria konsentrasi tinggi, saham tersebut berpeluang untuk kembali masuk dalam perhitungan IHSG. Kebijakan ini menegaskan bahwa BEI sangat serius dalam menjaga kewajaran pergerakan harga pasar dari pengaruh konsentrasi kepemilikan yang berlebihan.

Secara keseluruhan, langkah BEI mengeluarkan 80 saham HSC dari perhitungan IHSG merupakan upaya fundamental untuk meningkatkan kualitas indeks. Meskipun saham-saham tersebut tetap aktif diperdagangkan, penghapusan dari perhitungan indeks akan membuat IHSG menjadi lebih stabil dan mencerminkan dinamika pasar yang sesungguhnya. Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen BEI dalam mengikuti standar global dan meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia demi kenyamanan investor jangka panjang.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru