Manchester United berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Ipswich Town dengan skor telak 5-2 dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (30/8/2026). Wejangan dari manajer Michael Carrick saat jeda babak pertama terbukti menjadi kunci kebangkitan Setan Merah yang sempat tertinggal lebih dulu.
Ipswich unggul lebih awal melalui gol Liam Delap. Namun, Manchester United merespons dengan luar biasa di babak kedua. Lima gol balasan dicetak oleh Bruno Fernandes melalui hat-trick, gol bunuh diri Jacob Greaves, dan Bryan Mbeumo. Gol Choba Akpom di menit akhir hanya mampu memperkecil ketertinggalan Ipswich.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Manchester United setelah menelan kekalahan pada laga perdana musim ini. Meskipun demikian, kemenangan atas Ipswich tidak diraih dengan mudah, mengingat tim harus berjuang keras setelah tertinggal di awal pertandingan.
Perubahan taktik yang diterapkan oleh Michael Carrick menjadi faktor penentu keberhasilan timnya. Hal ini terlihat jelas dari empat gol yang berhasil dicetak Manchester United di babak kedua.
Saat jeda turun minum, Carrick memberikan instruksi kepada para pemainnya untuk memanfaatkan celah yang ada agar lebih efektif dalam menyerang. Efektivitas di depan gawang memang menjadi masalah utama Manchester United di babak pertama, meskipun mereka berhasil mendominasi jalannya pertandingan.
Instruksi Carrick diaplikasikan dengan baik oleh para pemainnya di babak kedua, yang berujung pada empat gol tambahan. Carrick menyatakan kepuasannya atas performa tim, namun ia juga menilai bahwa penampilan Manchester United masih jauh dari kata sempurna.
“Saya hanya menunjukkan kepada mereka beberapa hal dan celah kecil yang bisa kita manfaatkan untuk menyerang. Menurut saya, kita cukup mendominasi jalannya babak pertama,” ujar Carrick dikutip dari situs resmi MU.
“Memang ada beberapa momen di mana lawan mendapatkan peluang-seperti saat mengantisipasi sepak pojok kita yang mengarah ke tengah, serta satu atau dua situasi duel satu lawan satu di sisi lapangan yang berujung pada serangan ke kotak penalti. Terlepas dari itu, performa kita cukup baik meski belum mencapai level terbaik,” jelasnya lebih lanjut.






