Beranda / Berita / Nasional / WNI di Nepal Terancam Banjir Susulan, DPR Minta Kesiapan Evakuasi

WNI di Nepal Terancam Banjir Susulan, DPR Minta Kesiapan Evakuasi

WNI di Nepal Terancam Banjir Susulan, DPR Minta Kesiapan Evakuasi

Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Nepal. Langkah ini diambil mengingat kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan setelah bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah tersebut.

Dave Laksono menyatakan bahwa proses evakuasi perlu disiapkan jika hasil asesmen dari otoritas Nepal dan perwakilan RI menunjukkan adanya wilayah yang tidak aman atau berisiko tinggi terdampak banjir susulan. “Jika kondisi tersebut terjadi, WNI harus segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman melalui langkah yang cepat, terukur, dan terkoordinasi dengan otoritas setempat,” ujar Dave saat dihubungi, Sabtu (29/8/2026).

Keselamatan WNI di Nepal menjadi prioritas utama. Dave menekankan pentingnya Kemlu untuk terus memantau dan memastikan kondisi WNI di sana. Ia mendorong kementerian tersebut untuk terus melakukan pendataan terhadap WNI yang berada di wilayah terdampak maupun yang berpotensi terkena banjir susulan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kemlu, hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak langsung oleh banjir. Namun, pemantauan secara berkelanjutan tetap dinilai perlu dilakukan. Dave berharap seluruh WNI di Nepal dalam keadaan aman dan mengajak mereka untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga karena situasi masih dapat berkembang. Pemerintah harus memastikan setiap perkembangan di lapangan direspons secara cepat dan tepat, sehingga perlindungan terhadap WNI dapat dilakukan secara optimal dalam kondisi darurat seperti ini,” tuturnya.

Potensi Banjir Susulan di Himalaya

Otoritas Nepal dan China sama-sama mengeluarkan peringatan mengenai risiko banjir susulan di kawasan Himalaya. Peringatan ini dikeluarkan menyusul terbentuknya danau di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet akibat tanah longsor sebelumnya. Danau tersebut berpotensi jebol dan meluapkan air ke kawasan yang telah diterjang banjir bandang.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di area lembah dan lereng bukit yang dipenuhi puing-puing. Lebih dari 1.400 orang dilaporkan masih hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8) pagi.

Banjir bandang tersebut dilaporkan disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur, dan puing-puing yang menghantam sistem sungai di pegunungan Himalaya. Perubahan iklim diduga menjadi penyebab mencairnya gletser di seluruh dunia, yang kemudian meningkatkan risiko banjir danau glasial serta runtuhnya gletser.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal, seperti dilaporkan Reuters dan AFP pada Jumat (28/8/2026), merilis peringatan bahwa permukaan air di sebuah danau yang terbentuk akibat tumpukan puing pembendung sungai sedang mengalami kenaikan dan berisiko jebol. “Warga di bantaran yang lebih rendah… para penumpang, petugas penyelamat yang terlibat dalam operasi penyelamatan, dan semua pihak terkait diminta untuk sangat berhati-hati dan tetap berada di tempat yang aman, jauh dari bantaran sungai dan area-area yang berisiko,” demikian isi peringatan tersebut yang dikeluarkan pada Kamis (27/8).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *