Beranda / Berita / Regional / Alat Berat Dicuri, Pembangunan Jembatan Beton di Jakarta Barat Tertunda

Alat Berat Dicuri, Pembangunan Jembatan Beton di Jakarta Barat Tertunda

Alat Berat Dicuri, Pembangunan Jembatan Beton di Jakarta Barat Tertunda

JAKARTA – Pembangunan jembatan beton di Jalan Warung Pojok RT 05 RW 02, Jakarta Barat, mengalami penundaan. Proyek tersebut terhambat karena alat berat yang seharusnya digunakan untuk konstruksi dicuri.

Akibatnya, warga terpaksa membangun jembatan bambu sebagai akses sementara untuk menyeberangi Kali Semongol. Pembangunan jembatan bambu swadaya warga ini sempat viral di media sosial setelah jembatan beton yang lama dibongkar pada tahun 2024.

Pembangunan Jembatan Beton Akan Dilanjutkan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa pembangunan jembatan beton di lokasi tersebut akan tetap dilanjutkan. Ia menjelaskan bahwa jembatan lama dibongkar oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk keperluan pengerukan di area tersebut.

“Jembatan kayu di Tegal Alur ini dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air. Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan,” ujar Pramono di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Penyebab Proyek Mangkrak

Pramono mengungkapkan bahwa alat berat yang digunakan untuk pembangunan jembatan Semongol mangkrak karena mengalami vandalisme dan pencurian. Suku cadang alat tersebut dicuri, menyebabkan alat tidak dapat beroperasi.

“Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepart-nya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” tuturnya.

Perintah Lanjutan Pembangunan Jembatan

Gubernur Anung telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera melanjutkan pekerjaan. Setelah proyek sumber daya air selesai, pembangunan jembatan akan kembali dikerjakan.

“Maka untuk itu saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan. Nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai, maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jembatan kayu yang digunakan saat ini berpotensi membahayakan warga, sehingga pembangunan jembatan permanen menggunakan beton menjadi prioritas. “Karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” imbuh Pramono.

Komponen yang Hilang

Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, merinci komponen yang hilang dari alat berat tersebut, termasuk aki dan ‘otak’ atau komponen utama mesin.

“Ada komponen yang dicuri. Akinya juga hilang. Terus komponen spare part istilahnya kayak otaknya,” kata Mustajab, dilansir Antara, Jumat (28/8/2026).

Saat ini, suku cadang pengganti sedang dalam proses pemesanan. Pihaknya berkoordinasi dengan Unit Peralatan (Alkal) agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya. Alat berat tersebut rencananya akan dipindahkan untuk mendukung kegiatan lain setelah selesai digunakan di Kali Semongol.

Pembangunan Jembatan Sementara

Mustajab menyatakan akan segera membangun jembatan sementara di lokasi tersebut melalui kolaborasi dengan PT Adhi Karya. Jembatan sementara ini diharapkan lebih aman bagi warga yang menyeberang.

“Yang akan kita perbaiki, tapi sifatnya tetap sementara, tapi yang lebih proper, sehingga warga yang menggunakan untuk menyeberang itu tidak mengkhawatirkan,” ujar Mustajab.

Pembangunan jembatan sementara dilakukan sambil menunggu proses normalisasi Kali Semongol selesai. Dinas SDA saat ini tengah meningkatkan kapasitas kali dengan memasang sheet pile precast.

Empat Jembatan Permanen Akan Dibangun

Setelah normalisasi Kali Semongol rampung, jembatan permanen akan menggantikan jembatan sementara. Pembangunan jembatan permanen ini sudah masuk dalam kontrak Dinas SDA, dengan rencana empat titik jembatan yang akan dibangun secara permanen.

“Kalau untuk jembatannya empat titik rencana,” kata Mustajab.

Pekerjaan normalisasi Kali Semongol, yang meliputi pengerukan serta pemasangan tanggul di kedua sisi kali, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Keluhan Warga

Warga sempat menyuarakan keluhan terkait mangkraknya pembangunan jembatan yang biasa disebut Jembatan Semongol. Jembatan ini sehari-hari digunakan sebagai akses menuju pasar dan sekolah.

Salah seorang warga, Ana Haryanti, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebelumnya dalam kondisi baik. Namun, jembatan dibongkar oleh petugas dengan alasan akan diperbaiki, tetapi belum juga selesai hingga kini.

“Janjinya mau didandanin, cuma udah mau tiga tahun belum didandanin juga,” keluh Ana di lokasi, Senin (24/8).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *