Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami volatilitas menjelang rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada pekan ini. Perkiraan rentang pergerakan IHSG berada di antara level resistance 6.600, pivot 6.500, dan support 6.400.
Menyikapi kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dianggap layak untuk dikoleksi oleh investor. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sebelumnya, indeks saham di bursa Wall Street dilaporkan ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Pidato dari Chairman the Fed, Kevin Warsh, yang bernada hawkish diduga menjadi penyebab sentimen negatif tersebut, meskipun sempat diimbangi oleh kenaikan saham di sektor barang konsumsi dan layanan komunikasi.
Sebagian besar saham dari sektor teknologi besar juga tercatat mengalami kenaikan, yang turut membatasi penurunan indeks secara keseluruhan. Warsh menyatakan bahwa tren inflasi di Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan perbaikan signifikan dan menegaskan kembali fokus bank sentral adalah mewujudkan stabilitas harga.
Pernyataan tersebut meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang menjadi 59%, naik dari 35% pada hari sebelumnya, berdasarkan data CME FedWatch. Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi AS 10 tahun dilaporkan naik 5,3 basis poin menjadi 4,725% pada 28 Agustus 2026.
Phintraco Sekuritas menilai investor global akan mencermati pergerakan suku bunga jangka panjang yang masih berada pada level relatif tinggi menjelang memasuki bulan September. “Tingginya yield US-Treasury jangka panjang dipengaruhi oleh harga energi, besarnya penerbitan utang korporasi terkait AI, serta defisit anggaran yang lebar, di samping adanya indikasi ekonomi AS yang moderat,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa perhatian investor akan tertuju pada data tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini. Warsh berpendapat bahwa pasar tenaga kerja AS secara konsisten berada dalam kondisi ‘full employment’, yang mengindikasikan ekonomi AS telah menyerap tenaga kerja secara optimal dan mandat The Fed di pasar tenaga kerja telah terpenuhi.
Data Penting hingga Rebalancing MSCI
IHSG sendiri ditutup melemah di level 6.518,12 atau turun 0,06% pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Investor domestik akan menantikan sejumlah data ekonomi penting, meliputi indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, neraca perdagangan, serta data inflasi yang dijadwalkan rilis pada 1 September 2026.
“Investor diperkirakan akan cenderung berhati-hati pada periode efektif rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus 2026,” papar Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas juga mengingatkan bahwa memasuki bulan September secara historis seringkali diwarnai oleh pergerakan saham yang cenderung lebih volatil. “Diperkirakan IHSG pekan ini akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.400-6.600,” jelas Phintraco Sekuritas.
Berdasarkan analisis tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dikoleksi, yaitu BBCA, TLKM, DSSA, BBRI, dan EXCL.






