Jakarta – Ander Herrera memutuskan untuk kembali ke klub masa kecilnya, Real Zaragoza, pada musim panas ini. Pemain berusia 37 tahun itu rela tidak menerima gaji demi bisa memperkuat klub yang menjadi tempatnya menimba ilmu sepak bola sejak usia muda.
Herrera, yang lahir di Bilbao, memulai perjalanan akademinya di Real Zaragoza sejak tahun 2001 dan berhasil menembus tim utama pada musim 2008-2009. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Athletic Bilbao dan bertahan selama tiga musim sebelum akhirnya direkrut oleh Manchester United pada tahun 2014.
Selama lima tahun membela Setan Merah di Old Trafford, nama Herrera semakin dikenal publik. Meskipun gagal meraih gelar Premier League, ia berhasil mempersembahkan sejumlah trofi bergengsi bagi MU, termasuk Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa.
Selanjutnya, Paris Saint-Germain (PSG) merekrutnya pada tahun 2019. Di Paris, Herrera menghabiskan tiga tahun dan sukses meraih tujuh trofi, termasuk dua gelar Liga Prancis. Ia kemudian kembali ke Athletic Bilbao pada tahun 2022 dan berhasil memenangkan Copa del Rey dua tahun berselang.
Setelah sempat mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung bersama Boca Juniors pada awal tahun 2025, Herrera akhirnya memutuskan untuk pulang ke Zaragoza, yang ia sebut sebagai ‘rumah pertamanya’, pada Juli lalu. Ia menegaskan bahwa ini akan menjadi klub terakhirnya sebelum memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional.
“Ini mungkin impian terakhir yang ingin saya wujudkan. Kembali ke kampung halaman, ke tempat saya tumbuh besar, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi profesional-tidak hanya di sepak bola, namun juga sebagai pribadi,” ujar Herrera kepada BBC.
“Saya masih memiliki semangat dan hasrat itu. Saya masih mencintai sepak bola, dan menjalaninya di kampung halaman adalah cara terbaik untuk mengakhiri karier saya. Di Spanyol, kami menyebutnya menutup siklus.”
Real Zaragoza saat ini tidak berada dalam kondisi yang sama seperti 20-30 tahun lalu. Klub tersebut kini berkompetisi di divisi ketiga Liga Spanyol setelah terdegradasi dari divisi kedua karena finis di posisi juru kunci. Kondisi finansial tim juga tidak memungkinkan untuk membayar pemain sekaliber Herrera.
Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Herrera. Uang melimpah yang telah ia kumpulkan selama merantau ke Inggris dan Prancis sudah lebih dari cukup baginya. Gaji sekadarnya yang akan ia terima di Zaragoza rencananya akan langsung disumbangkan ke yayasan klub. Baginya, kepulangan ke klub masa kecilnya adalah hal yang terpenting.
“Saya tidak butuh kontrak. Karier saya sangat sukses. Saya sudah mengelola keuangan saya dengan baik,” lanjut Herrera.
“Saya bisa memberikan hadiah ini untuk diri saya sendiri. Mengenakan seragam itu… secara cuma-cuma, karena saya ingin membantu klub, tim, dan kota saya.”
“Inilah yang ingin saya lakukan. Inilah yang mampu saya lakukan, dan hal yang membuat saya merasa sangat bangga bisa berada di sini untuk sekadar membantu. Saya tidak memikirkan uang atau kontrak. Saya merasa mendapat kehormatan bisa melakukan hal itu,” tegas Herrera.






