Beranda / Berita / Anggaran Angkatan Laut AS Terancam Akibat Konflik Iran

Anggaran Angkatan Laut AS Terancam Akibat Konflik Iran

Anggaran Angkatan Laut AS Terancam Akibat Konflik Iran

WASHINGTON – Operasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan menyebabkan krisis keuangan yang serius bagi Angkatan Laut AS. Pimpinan Angkatan Laut AS terpaksa mengalihkan alokasi dana, termasuk yang seharusnya untuk gaji personel, demi menutupi membengkaknya biaya pertempuran melawan Iran.

Dokumen internal Pentagon yang dikutip The Guardian pada Jumat (28/8/2026) menunjukkan bahwa intensitas operasi militer skala besar dan pemeliharaan blokade laut telah menguras persediaan amunisi secara signifikan. Kondisi ini membuat anggaran operasional Angkatan Laut AS berada di ambang batas krisis.

Seorang pejabat Angkatan Laut AS menyatakan, “Dana untuk gaji dialihkan untuk membiayai kebutuhan darurat di luar negeri dan saat ini ditutupi kembali menggunakan sisa dana yang belum terpakai. Langkah ini dilakukan agar pembayaran gaji personel tetap dapat dipenuhi.”

Anggaran Angkatan Laut AS untuk tahun anggaran 2026 yang mencapai sekitar US$ 300 miliar (sekitar Rp 5.308,8 triliun) dikabarkan tidak memperhitungkan biaya intensitas tinggi dari konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Di sisi lain, peluang Gedung Putih untuk mendapatkan persetujuan Kongres terkait pengajuan paket pendanaan militer darurat senilai US$ 67 miliar (sekitar Rp 1.185,6 triliun) dinilai sangat tipis akibat dinamika politik internal.

Kondisi keuangan ini juga memperparah penyerapan logistik tempur AS. Laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) sebelumnya telah memperingatkan bahwa penyerapan amunisi dalam jumlah besar mengancam pasokan rudal berpemandu presisi milik AS. Hal ini berpotensi memicu kelangkaan kritis jika konfrontasi berskala besar terus berlanjut.

Eskalasi ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat signifikan sepanjang 2026. Hal ini memicu pengerahan armada tempur terbesar AS di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pengoperasian gugus tugas kapal induk, operasi patroli udara nonstop, serta penghentian lalu lintas maritim berisiko tinggi memerlukan biaya operasional harian yang sangat besar.

Penggunaan rudal pertahanan udara dan amunisi presisi tinggi (precision-guided munitions) secara masif untuk mencegat ancaman drone dan rudal balistik Iran menjadi faktor utama pengurasan anggaran. Biaya per satu unit rudal pencegat canggih yang mencapai jutaan dolar AS dengan cepat mengikis cadangan dana operasional rutin Pentagon.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *