SERANG – Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten. Empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan.
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menjelaskan bahwa api besar sudah tidak terlihat, namun asap masih mengepul karena api berada di bawah tumpukan sampah yang sangat tebal. “Kalau untuk kondisi terkini saat ini, kalau untuk api yang sifatnya besar itu dipastikan tidak ada. Hanya asap yang belum habis, karena api itu ada di bawah permukaan sampahnya, di bawah tumpukan, jadi sulit dipadamkan,” ujar Hari pada Minggu (30/8/2026).
Untuk mengatasi kesulitan pemadaman, pihaknya telah berkoordinasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) untuk mendatangkan alat berat. “Untuk upaya penanganan, kami sudah koordinasi dengan Muspika bahwasanya kita butuh alat berat, dan alhamdulillah alat berat hari ini sudah turun. Hari ini sudah diturunkan satu ekskavator dan dari pihak ekskavator sudah koordinasi dengan damkar,” imbuhnya.
Fungsi utama alat berat yang diturunkan adalah untuk mengurai tumpukan sampah. Dengan diurainya sampah, diharapkan api di titik yang lebih dalam dapat dijangkau dan dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. “Jadi alat berat fungsinya mengurai atau membuka tumpukan sampah, sehingga nanti damkar bisa memadamkan api tepat di titik api tersebut, gitu. Jadi untuk teknisnya nanti kita menunggu arahan dari Damkar,” jelas Hari.
Sementara itu, petugas kantor pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Serang, Anton, mengonfirmasi pengerahan empat unit mobil pemadam ke lokasi. “Kita masih penanganan dari semalam, (kemudian) pagi ini meluncur lagi tim ke lokasi. Sekitar empat unit diluncurkan ke lokasi, kondisinya sebenarnya api ngga ada, tetapi masih ada asap,” kata Anton.
Kebakaran di TPA liar yang berlokasi di daerah Waringinkurung ini pertama kali terjadi pada Jumat (28/8). Titik api yang berada di dalam tumpukan sampah dengan kedalaman sekitar 3 hingga 7 meter menyulitkan akses air dan proses pemadaman konvensional. “Kami sudah melakukan pemadaman, akan tetapi lokasi sulit akses air dan harus menggunakan alat berat untuk melakukan penguraian karena titik api terdapat di dalam timbunan sampah dengan kedalaman kurang lebih 3-7 meter,” ujar Call Center Pusdalops BPBD Kabupaten Serang pada Sabtu (29/8).






