Geger Online – 24 September 2026 | Curi motor orang yang sedang sakit, Zidan tewas kecelakaan, acungkan celurit saat diminta berhenti [titlebase] menjadi rangkaian kata yang menggambarkan tragedi di Jalan Raya Ranuyoso, Lumajang pada Selasa siang, 22 September 2026. Rohimmah, seorang perempuan berusia 28 tahun, terpaksa menepi di sebuah warung karena merasa tidak enak badan, lalu motor Honda BeAT miliknya dibegal oleh dua pelaku. Suami Rohimmah, Muhammad Holli, yang datang dengan mobil pribadi, menyaksikan aksi pencurian tersebut dan memutuskan untuk mengejar.
Menurut keterangan saksi, kedua pelaku yang berboncengan menancapkan celurit ke arah Holli ketika ia berusaha menghentikan mereka. Meskipun dihadapkan pada ancaman tajam, Holli tidak mundur. Ia terus mengejar kedua pelaku sejauh kira-kira 600 meter, hingga akhirnya menabrak sepeda motor yang dikendarai salah satu pencuri. Tabrakan itu membuat motor pelaku terpental, menabrak tiang telekom, dan menewaskan Zidan, salah satu pelaku berusia 20 tahun.
Insiden ini menimbulkan keguncangan di masyarakat Lumajang. Zidan tewas di tempat kejadian, sedangkan rekannya, Dimas berusia 26 tahun, mengalami patah tulang serius dan harus dirawat di RS Bhayangkara. Kedua pelaku diketahui merupakan warga Kecamatan Randuagung, Lumajang. Polisi setempat, melalui Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama, menegaskan bahwa tindakan Holli meski berani, tetap harus melalui prosedur hukum.
Also Read
Kasus ini juga menyoroti fenomena curanmor yang kerap terjadi di wilayah Jawa Timur, terutama pada jam-jam rawan seperti pagi hari. Pelaku biasanya menargetkan kendaraan yang diparkir di pinggir jalan, memanfaatkan situasi korban yang sedang tidak berdaya. Dalam kasus ini, Rohimmah yang sedang sakit menjadi sasaran utama, menambah keparahan tindakan kriminal tersebut.
Setelah tabrakan, mobil Holli kehilangan kendali dan menabrak sebuah rumah warga di sisi barat jalan, menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan tersebut. Tim pemadam dan ambulans segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban luka dan mengamankan area. Polisi melakukan olah TKP, mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV dari warung terdekat dan saksi mata.
Pihak kepolisian juga mengusut apakah ada unsur keterlibatan jaringan kriminal yang lebih luas dalam aksi curanmor ini. Sejauh ini, belum ada indikasi bahwa Zidan dan Dimas bertindak secara individu; namun penyelidikan masih berjalan untuk memastikan motif dan kemungkinan adanya komplotan.
Warga setempat mengapresiasi keberanian Holli, namun menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan pencegahan lebih awal. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua, terutama bagi para pengendara yang harus selalu waspada dan tidak meninggalkan kendaraan di tempat yang rawan,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Polisi Lumajang menegaskan bahwa mereka akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan curanmor, serta bekerja sama dengan masyarakat untuk melaporkan kejadian serupa secara cepat. Upaya edukasi tentang keamanan kendaraan juga akan digandakan, termasuk penyuluhan mengenai cara mengamankan motor di tempat umum.
Kasus ini menutup babak tragis dengan tewasnya Zidan dalam kecelakaan yang dipicu oleh aksi kejar-kejaran suami korban. Namun, dampak psikologis dan materiil yang ditimbulkan tetap menjadi beban bagi keluarga korban, serta menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan penegakan hukum yang harus lebih proaktif.
Curi motor orang yang sedang sakit, Zidan tewas kecelakaan, acungkan celurit saat diminta berhenti [titlebase] tetap menjadi frase yang mengingatkan kita akan pentingnya rasa empati dan keadilan. Pemerintah daerah Lumajang diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi polisi, serta meningkatkan fasilitas keamanan di jalan raya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.


![KDM: Almarhum Danny Setiawan putra terbaik Jabar bangun Tatar Sunda [titlebase]](https://gegeronline.co.id/wp-content/uploads/2026/09/kdm-almarhum-danny-setiawan-putra-terbaik-jabar-bangun-tatar-sunda-titlebase.webp)

