Geger Online – 23 September 2026 | Sebuah fenomena mengejutkan baru-baru ini menyita perhatian publik di Sumatera Utara. Di tengah maraknya perbincangan mengenai dampak gaya hidup digital, seorang laki-laki Medan ini mengaku bola mata diangkat karena sering main game [titlebase]. Pengakuan ini sontak memicu diskusi luas mengenai batas aman penggunaan perangkat elektronik dan risiko kesehatan serius yang mengintai para pecandu gim daring maupun pekerja sektor digital.
Kondisi kesehatan mata yang ekstrem ini hanyalah satu sisi dari realitas kehidupan yang dijalani sebagian masyarakat modern. Di sisi lain, kasus kriminalitas yang melibatkan gaya hidup serupa juga menjadi sorotan. Seorang pemuda berinisial RM (33), yang diketahui berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ), baru saja diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. RM ditangkap di kawasan perumahan mewah Jalan Asrama, Kecamatan Medan Sunggal, karena kedapatan membawa 100 unit pod getar yang diduga merupakan barang terlarang.
Perjalanan hidup RM cukup kontroversial. Sebelum terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut, ia diketahui sempat merantau ke Kamboja untuk bekerja sebagai operator judi online. Pengalaman bekerja di sektor digital yang penuh tekanan, di mana banyak individu menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, tampaknya membentuk pola hidup yang tidak sehat. Tidak jarang, para pekerja di sektor ini mengalami kelelahan fisik ekstrem. Hal ini senada dengan kekhawatiran banyak pihak bahwa laki-laki Medan ini mengaku bola mata diangkat karena sering main game [titlebase] adalah dampak dari pengabaian kesehatan tubuh akibat terpaku pada layar dalam durasi yang sangat lama.
Also Read
Secara medis, pakar kesehatan memang telah memperingatkan adanya risiko nyata bagi mereka yang terlalu lama berinteraksi dengan perangkat digital. Pelatih fisik Timnas Esports Indonesia, Yudhi Esa Saputra, menegaskan bahwa kebiasaan bermain gim dalam durasi panjang tidak hanya berdampak pada mata, tetapi juga memicu risiko seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Gejala ini muncul akibat tekanan pada saraf di pergelangan tangan, yang mengakibatkan kesemutan, nyeri, hingga kelemahan otot. Jika diabaikan, dampak kesehatan ini bisa menjadi sangat fatal, seperti narasi yang berkembang bahwa laki-laki Medan ini mengaku bola mata diangkat karena sering main game [titlebase].
Dalam kasus penangkapan RM, polisi mengamankan barang bukti berupa 60 unit pod getar merek Batman dan 40 unit merek Yakuza. RM mengaku nekat menjadi kurir barang tersebut karena tergiur upah jutaan rupiah setelah dua bulan melakoni pekerjaan haram tersebut. Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan bahwa pelaku sempat mencoba melarikan diri saat hendak diringkus, namun kesigapan petugas berhasil menghentikan langkahnya di gerbang perumahan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam mengatur durasi penggunaan perangkat teknologi. Baik itu untuk keperluan hiburan, pekerjaan, maupun pelarian dari tekanan hidup, keseimbangan fisik dan mental harus tetap menjadi prioritas utama. Mengabaikan kesehatan demi tuntutan ekonomi atau kesenangan sementara, seperti yang dialami RM maupun mereka yang mengalami gangguan kesehatan fatal, hanya akan berujung pada penyesalan mendalam.
Penting bagi setiap individu untuk menyadari bahwa tubuh memiliki batas kemampuan. Edukasi mengenai postur tubuh, istirahat mata, dan aktivitas fisik sangat krusial untuk mencegah dampak buruk teknologi. Kasus laki-laki Medan ini mengaku bola mata diangkat karena sering main game [titlebase] harus menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih mawas diri dalam menjalani rutinitas harian di era digital ini.

![KDM: Almarhum Danny Setiawan putra terbaik Jabar bangun Tatar Sunda [titlebase]](https://gegeronline.co.id/wp-content/uploads/2026/09/kdm-almarhum-danny-setiawan-putra-terbaik-jabar-bangun-tatar-sunda-titlebase.webp)


