JAKARTA – Perusahaan pemilik merek produk rumah tangga BOLDe, BOLDe Inc, yang berbasis di Amerika Serikat, telah menetapkan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi utamanya. Langkah ini diambil untuk mendukung ambisi ekspansi perusahaan ke pasar global.
Keputusan strategis ini menunjukkan keyakinan BOLDe terhadap kualitas tenaga kerja, kapabilitas manufaktur, serta potensi industri Indonesia untuk memproduksi barang yang dapat bersaing di kancah internasional.
Melalui fasilitas produksinya di Indonesia, BOLDe berhasil mengintegrasikan visi bisnis dari AS dengan keunggulan manufaktur dalam negeri. Produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi permintaan pasar domestik, tetapi juga telah merambah konsumen di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
President BOLDe Inc, Brandon Bleach, menjelaskan bahwa pemilihan Indonesia didasari oleh keyakinan pada potensi sumber daya manusia dan industri yang dimiliki. “Kami memilih Indonesia karena kami percaya terhadap kemampuan tenaga kerjanya, potensi industrinya, serta semangat masyarakatnya untuk terus berkembang,” ujar Brandon dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).
Saat ini, produk BOLDe yang dibuat di Indonesia sudah didistribusikan kepada konsumen di AS melalui berbagai platform digital terkemuka, seperti Amazon, TikTok Shop US, dan situs resmi perusahaan.
BOLDe menargetkan pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 50%, yang akan dicapai melalui penguatan pasar domestik dan perluasan jaringan distribusi internasional. Beberapa produk unggulan yang disiapkan untuk pasar global antara lain Thunder Mop dan Ultra Gran.
Setelah berhasil memperkuat posisinya di pasar AS, BOLDe memiliki rencana untuk memperluas jangkauan ekspornya secara bertahap ke Kanada, Australia, dan Inggris. Ekspansi ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk buatan Indonesia kepada basis konsumen internasional yang lebih luas.
Indonesia sebagai Basis Produksi Strategis
Pasar digital Amerika Serikat menjadi salah satu fokus utama perusahaan, mengingat potensinya yang besar. Data dari U.S. Census Bureau menunjukkan bahwa penjualan retail e-commerce di AS pada kuartal II 2026 mencapai US$340,2 miliar, mengalami pertumbuhan 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang 17,1% dari total penjualan retail di negara tersebut.
Brandon menambahkan bahwa Indonesia memiliki peran ganda bagi BOLDe, tidak hanya sebagai pasar potensial tetapi juga sebagai basis utama untuk produksi dan pengembangan bisnis. Tenaga kerja Indonesia dilibatkan dalam seluruh aspek proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, perakitan, kontrol kualitas, pengemasan, manajemen gudang, hingga persiapan distribusi.
BOLDe menekankan bahwa kemampuan manufaktur yang unggul tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi dan mesin, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan proses tersebut. Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi dan kualitas produk, sembari memperluas jangkauan distribusinya di pasar internasional.
“Kami ingin produk yang diproduksi di Indonesia tidak hanya menjadi pilihan keluarga di dalam negeri, tetapi juga mampu diterima dan dibanggakan di pasar dunia,” tandas Brandon.






