PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas portofolio asetnya melalui akuisisi dua perusahaan yang memiliki lahan strategis di Surabaya, Jawa Timur, dan Maja, Banten. Rencana ekspansi bank tanah (land bank) ini akan didanai melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, KOTA berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 100.000.000.000 saham seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham. Meskipun penerbitan saham baru ini akan mewakili 90,46% dari modal perseroan, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengubah status pengendali perusahaan, yang saat ini masih dipegang oleh PT DMS Investama (DMSI).
Dana yang ditargetkan dari rights issue ini mencapai Rp4,4 triliun. Sebagian besar dana tersebut, yaitu sebesar Rp1,2 triliun, akan dialokasikan untuk mengakuisisi PT Art Design Indonesia (ADI) melalui pengambilalihan 99,99% saham milik PT Michael Energi (ME). Dana sebesar Rp3,2 triliun lainnya akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP) yang juga dimiliki oleh ME.
Manajemen KOTA menyatakan bahwa rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah krusial untuk memperkuat basis aset dan memperluas jangkauan bisnis perusahaan. Akuisisi ini akan memberikan KOTA penguasaan atas total lahan sekitar 571 hektare (Ha) yang dinilai strategis.
“Rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis perseroan melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 hektare (Ha),” ungkap manajemen KOTA dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (30/8/2026).
Lahan seluas 23 Ha di Surabaya yang diperoleh dari akuisisi ADI dipandang sebagai akses penting ke salah satu pusat ekonomi dan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Sementara itu, akuisisi MGP akan memberikan KOTA kontrol atas sekitar 548 Ha lahan di Maja, Banten. Kawasan ini diyakini memiliki potensi pertumbuhan signifikan seiring dengan perkembangan infrastruktur transportasi, kebutuhan hunian, serta potensi pengembangan kawasan industri dan logistik.
Dengan penguasaan land bank yang luas ini, KOTA akan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mengembangkan berbagai alternatif kawasan sesuai dengan karakteristik dan potensi unik dari masing-masing lokasi. Lahan di Surabaya berpotensi dikembangkan menjadi kawasan mixed-use, industri ringan, properti premium seperti apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, area kuliner, pergudangan, fasilitas logistik, hingga kawasan hunian terpadu.
Sementara itu, lahan di Maja memungkinkan pengembangan skala besar yang mencakup kota mandiri, kawasan industri dan logistik, pergudangan, perumahan, serta area komersial.
Dampak ke Laba
Manajemen KOTA optimistis bahwa transaksi akuisisi ini akan mampu memperbesar total aset dan nilai buku perusahaan. Selain itu, kemampuan leverage perseroan juga diharapkan meningkat, yang berpotensi mendorong penguatan laba melalui kombinasi margin pembangunan, capital gain, dan pendapatan berulang (recurring income).
Berdasarkan laporan kantor jasa penilai publik (KJPP) Febriman Siregar dan Rekan, transaksi ini diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah pada laba bersih KOTA sebesar Rp3,03 triliun. Angka ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih perseroan per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp16,04 miliar, menunjukkan potensi kenaikan laba bersih mencapai 18.790%.
Secara strategis, akuisisi ini dinilai akan mempercepat ekspansi KOTA dibandingkan jika perseroan harus membangun posisi secara organik dari awal. Penguasaan lahan oleh ADI dan MGP memberikan KOTA akses terhadap aset, legalitas, dan perizinan yang telah berjalan, serta posisi strategis di pasar.
Penguasaan land bank dalam skala besar ini diharapkan menjadi aset strategis yang memberikan keunggulan kompetitif bagi KOTA, mengingat karakteristik aset yang dimiliki sulit ditiru oleh kompetitor. “Secara keseluruhan, pengambilalihan ADI dan MGP diharapkan dapat memperbesar basis aset, mengamankan land bank strategis, memperluas pengembangan bisnis properti dan kawasan, menciptakan sumber pendapatan jangka panjang serta meningkatkan nilai KOTA,” papar manajemen.
Untuk merealisasikan rencana akuisisi ini, manajemen KOTA akan mengajukan persetujuan kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026. Hasil dari RUPSLB tersebut akan diumumkan pada 8 Oktober 2026.






