Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Pada penutupan Kamis (27/8/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 116,06 poin atau 1,81% ke level 6.521, dengan sektor perindustrian memimpin kenaikan sebesar 3,95%.
Berdasarkan analisis teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di 6.440 dan resistance di 6.635.
Perhatian pasar saat ini tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat setelah rilis data inflasi. Data US Initial Jobless Claims menunjukkan penurunan dari 207 ribu menjadi 203 ribu, mendekati level terendah sepanjang sejarah. Begitu pula dengan US Continuing Claims yang turun dari 1.796 ribu menjadi 1.778 ribu, mengindikasikan peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Namun, penurunan klaim pengangguran ini perlu dicermati lebih lanjut, apakah disebabkan oleh pemulihan ekonomi atau berakhirnya masa manfaat tunjangan. Data ini sementara memberikan ruang bagi The Fed untuk fokus pada inflasi yang cenderung stabil. Potensi kenaikan harga minyak akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memuncak diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu dekat. Di sisi lain, situasi ini berpotensi mengurangi popularitas Donald Trump dalam pemilu mendatang, membuka peluang pergantian kepemimpinan yang diharapkan membawa perbaikan.
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Kanada masih berlanjut. Setelah Kanada memberlakukan tarif dagang baru, Trump dikabarkan tengah membahas rencana pengenaan tarif balasan yang setara. Tim internal Trump mengindikasikan adanya potensi penerapan tarif yang lebih tinggi, termasuk penggandaan tarif otomotif dan suku cadang terhadap Kanada menjadi 50% mulai 1 Januari mendatang.
Pasar juga menantikan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole yang diprediksi bernada agresif. Kenaikan imbal hasil US Treasury turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi domestik, dengan SUN 10y kembali bergerak di kisaran 7%-7,10%.
Menurut Pilarmas, kenaikan imbal hasil SUN 10y ini wajar setelah mengalami penurunan cukup dalam dari level 7,2%-7,3%. Potensi penurunan lebih lanjut masih ada, namun diperkirakan akan bertahap seiring dengan kenaikan IHSG. Pasar dinilai mulai pulih, namun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat volatilitas yang masih cukup tinggi.
Pemerintah menargetkan belanja negara pada 2027 sebesar Rp 4.097 triliun, meningkat 6,6% dari proyeksi 2026 sebesar Rp 3.842 triliun. Alokasi belanja akan difokuskan pada efektivitas dan efisiensi melalui refocusing, penguatan belanja produktif, subsidi dan perlindungan sosial, serta sinergi pusat-daerah.
Belanja pemerintah pusat ditargetkan Rp 3.362 triliun, naik 3,6%, meliputi belanja kementerian/lembaga Rp 1.504,7 triliun dan non-kementerian/lembaga Rp 1.857 triliun. Prioritas anggaran mencakup pendidikan sebesar Rp 820,9 triliun, perlindungan sosial Rp 549,9 triliun, kesehatan Rp 244,9 triliun, dan ketahanan pangan Rp 195,3 triliun.
Fokus belanja juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik dan sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, memperbaiki ketepatan sasaran subsidi/bansos melalui DTSEN, serta memperkuat riset nasional untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kenaikan belanja negara 2027 sebesar Rp 4.097 triliun menunjukkan pemerintah masih mengandalkan kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli. Tantangan utamanya adalah memastikan belanja benar-benar produktif dan tepat sasaran.
Peningkatan anggaran pendidikan dan perlindungan sosial dinilai positif, sementara refocusing subsidi dan bansos berbasis data diharapkan dapat mengurangi kebocoran. Namun, ekspansi anggaran perlu diimbangi dengan pengelolaan fiskal yang prudent untuk menghindari tekanan pada defisit dan pembiayaan negara.
Untuk perdagangan Jumat (28/8/2026), Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk trading yaitu BWPT, WIRG, dan TOBA.






