Beranda / Market / IHSG Ditutup Melemah Tipis, 7 Saham Cetak Kinerja Tertinggi

IHSG Ditutup Melemah Tipis, 7 Saham Cetak Kinerja Tertinggi

IHSG Ditutup Melemah Tipis, 7 Saham Cetak Kinerja Tertinggi

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah tipis sebesar 3,63 poin atau 0,06% pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, mengakhiri pekan di level 6.518,1.

Meskipun indeks utama terkoreksi, sejumlah saham unggulan dalam indeks LQ45 menunjukkan performa positif. PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,17%.

Lebih menonjol lagi, terdapat tujuh saham yang kompak mencapai Auto Rejection Atas (ARA), yaitu saham LABA, SSTM, BIKE, GRPM, PPGL, PACK, dan MSIE. Saham-saham ini mengalami lonjakan harga maksimal yang diizinkan dalam satu hari perdagangan.

Selain itu, saham-saham lain yang masuk dalam kategori top gainers juga menunjukkan kenaikan harga yang substansial, mulai dari LABA hingga PYFA, dengan persentase lonjakan berkisar antara 15% hingga 34%.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia pada hari itu mencatat pergerakan positif pada mayoritas saham, dengan 290 saham menguat, 348 saham melemah, dan 325 saham stagnan. Total nilai transaksi bursa mencapai Rp 14,9 triliun.

Pada penutupan pasar, beberapa sektor saham berhasil membukukan penguatan. Sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 0,67%, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer sebesar 0,52%, dan sektor transportasi sebesar 0,44%.

Sebaliknya, sektor perindustrian mengalami pelemahan paling dalam sebesar 1,41%. Sektor lain yang juga terkoreksi adalah kesehatan (0,71%), energi (0,65%), infrastruktur (0,64%), teknologi (0,58%), barang baku (0,42%), barang konsumen primer (0,36%), dan properti (0,03%).

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa kepastian mengenai calon pimpinan baru Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu sentimen positif dari dalam negeri. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan, serta menyetujui Destry Damayanti untuk menjabat sebagai Gubernur BI periode 2026–2031.

Dari panggung global, perhatian investor tertuju pada pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole. Pasar masih memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun, dengan probabilitas kenaikan pada Desember berada di atas 70%. Untuk pertemuan September, peluang The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini diperkirakan sekitar 65%.

Perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran juga tetap menjadi sorotan pelaku pasar. Upaya diplomatik kedua negara mengalami kebuntuan setelah Washington menolak untuk mengaktifkan kembali ketentuan dalam perjanjian bulan Juni.

Situasi pasar domestik juga dinilai relatif stabil. Hal ini didukung oleh jalannya demonstrasi yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset secara tertib dan terkendali.

Saham Pemberi Cuan Terbesar

Pada hari perdagangan tersebut, di tengah pelemahan IHSG, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan terbesar bagi investor, dengan kenaikan harga mencapai 15% hingga 34% hanya dalam satu hari.

Saham-saham tersebut meliputi PT Green Power Group Tbk (LABA) yang melonjak 34,3% ke harga Rp 129, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang melesat 25% ke Rp 480, dan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) yang naik 24,5% ke Rp 965.

Selain itu, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) mencatatkan peningkatan 19,18% ke harga Rp 174, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) terangkat 15% ke level Rp 260.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan tajam. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) longsor 14,9% ke Rp 194, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) ambles 14,2% ke Rp 216, dan PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) jatuh 8,9% ke Rp 81.

Saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga terkoreksi 7,18% ke Rp 336, sementara PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengalami penurunan 6,6% ke Rp 70.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *