Investor Asing Borong Saham BBNI, Valuasi PBV Masih di Bawah 1

Author Image

Rachmat

-

gegeronline.co.id

Terbit

31 Agustus 2026, 08:04 WIB

Investor Asing Borong Saham BBNI, Valuasi PBV Masih di Bawah 1
Kantor Bank Negara Indonesia (BBNI) di Singapura berlokasi di Menara BNI di 30 Raffles Place, Singapura. (Foto: BNI)
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI secara tak terduga diborong oleh investor asing senilai Rp 33,80 miliar pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Catatan ini berbanding terbalik dengan tiga hari bursa sebelumnya yang selalu membukukan aksi jual bersih oleh investor asing.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham Bank Negara Indonesia tercatat naik 1,89% ke level Rp 3.780. Perdagangan saham BBNI pada hari itu melibatkan 48,08 miliar saham, dengan frekuensi mencapai 10.693 kali, dan total nilai transaksi sebesar Rp 180,63 miliar. Dalam rentang waktu satu bulan terakhir, saham berkode BBNI telah mengalami kenaikan sebesar 7,39%.

Meskipun demikian, dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) BBNI masih berada di angka 0,86 kali. Rasio ini digunakan untuk membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per sahamnya. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) BBNI tercatat sebesar 6,55 kali (annualized), yang membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang telah disetahunkan.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melaporkan bahwa BBNI berhasil melakukan breakout dari area resistance 3.620–3.690 dan melanjutkan penguatan. Hal ini mengonfirmasi adanya perubahan momentum menjadi bullish. Selama saham BBNI mampu bertahan di atas level 3.690, diperkirakan akan melanjutkan kenaikan menuju rentang harga 3.820–3.930.

Sepanjang semester I tahun 2026, Bank Negara Indonesia berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 10,75 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat Rp 10,09 triliun.

Mandiri Sekuritas dalam laporan Investor Digest edisi 14 Agustus masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga yang diproyeksikan mencapai Rp 4.000.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru