JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuktikan ketangguhan dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang semester I 2026. Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 10,3 triliun, naik 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan ini didorong oleh kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 9,5 triliun (naik 6,8%) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 798,2 miliar (melonjak 17,6%).
Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp 7,0 triliun, meningkat 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA tetap terjaga di level 67,8%, memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial serta mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Peningkatan kinerja ini tercermin pada profitabilitas Perseroan, dengan realisasi laba bersih yang diatribusi kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,9 triliun, tumbuh 2,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pencapaian pada semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan. “Pencapaian semester I 2026 merupakan komitmen Perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Rivan menambahkan, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat menjadi modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem manajemen lalu lintas, serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol. “Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Sepanjang semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan per hari. Peningkatan volume transaksi ini turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.
Guna menopang tren peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga terus memperkuat perannya sebagai pemimpin pasar jalan tol di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM jalan tol, setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Penguatan jaringan ini dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi. Pengembangan proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic generation) sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.
“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani,” jelas Rivan.
Seiring dengan perluasan konektivitas fisik, Jasa Marga mengimbangi dengan melakukan transformasi menyeluruh pada standar layanan pengguna. “Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik,” ujar Rivan.
Hal ini diwujudkan melalui penguatan layanan preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan, peningkatan layanan rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna, serta penguatan layanan informasi yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses. Pada layanan preservasi, penguatan ekosistem pemeliharaan berbasis teknologi presisi tinggi diterapkan, seperti armada inspeksi Hawkeye dan sistem pemantauan serta pelaporan digital TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System).
Pada layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU untuk mendukung transisi electric vehicle (EV), serta penerapan pengelolaan sampah terpadu dan green corridor. Tujuannya adalah mentransformasi rest area dari transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.
Dalam hal penguatan ekosistem informasi dan integrasi digital (Inform the Journey), Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time. Ekosistem informasi ini terhubung dengan gawai pengguna melalui Aplikasi Travoy dan siaran Travoy FM, serta papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang lintasan.
Seluruh penguatan ekosistem dan operasional Perseroan dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan berlandaskan pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai inisiatif dijalankan, antara lain pengembangan Green Toll Road Indonesia, peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT), penguatan ekosistem kendaraan listrik, pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon di koridor jalan tol, pemberdayaan UMK, hingga pelaksanaan berbagai program Creating Shared Value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Jasa Marga Group.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, Perseroan melihat momentum pertumbuhan positif masih memiliki ruang untuk terus berkembang seiring dengan membaiknya konektivitas dan geliat aktivitas ekonomi nasional. “Pencapaian solid di semester I menjadi pijakan kokoh bagi Perseroan untuk melangkah lebih jauh. Kami tidak hanya berkomitmen memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi pemegang saham, tetapi juga berdedikasi menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jalan,” tutup Rivan.






