Geger Online – 19 September 2026 | Sebuah rekaman video yang menampilkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di dalam gerbong LRT Jakarta mendadak menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar luas di media sosial tersebut, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat berpindah posisi, yang memicu munculnya narasi bahwa Viral Teddy disebut usir petinggi KAI saat Prabowo coba LRT, dirut Jakpro beri klarifikasi [titlebase]. Banyak warganet yang memberikan berbagai spekulasi mengenai tindakan tersebut, namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang jauh berbeda dari dugaan publik.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, akhirnya memberikan keterangan resmi untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Iwan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa diusir oleh Seskab Teddy. Sebaliknya, ia diminta untuk pindah ke gerbong belakang semata-mata karena keterbatasan kapasitas di gerbong yang ditempati oleh Presiden Prabowo. Kondisi di dalam gerbong saat itu memang cukup padat karena kehadiran sejumlah siswa serta kelompok penyandang disabilitas yang turut serta dalam rombongan.
Kejadian ini memang memicu perdebatan di dunia maya, di mana Viral Teddy disebut usir petinggi KAI saat Prabowo coba LRT, dirut Jakpro beri klarifikasi [titlebase] menjadi topik hangat. Para pengamat politik, termasuk Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, menilai bahwa tindakan Teddy lebih tepat dikategorikan sebagai respons situasional. Menurut Dedi, pengaturan posisi tersebut dilakukan untuk memberikan ruang gerak bagi Presiden dan penumpang penyandang disabilitas agar dapat berinteraksi dengan lebih nyaman selama perjalanan.
Also Read
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa publik sering kali hanya melihat potongan video yang beredar tanpa mengetahui konteks utuh di balik layar. Tindakan yang dilakukan oleh Seskab Teddy bukanlah sebuah disposisi formal, melainkan inisiatif personal untuk memastikan area di sekitar Presiden tetap kondusif dan inklusif bagi seluruh penumpang. Narasi bahwa Viral Teddy disebut usir petinggi KAI saat Prabowo coba LRT, dirut Jakpro beri klarifikasi [titlebase] dinilai terlalu menyederhanakan situasi yang sebenarnya sangat dinamis.
Perjalanan Presiden Prabowo menjajal LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai ini dilakukan dalam rangka peninjauan sebelum peresmian operasional. Proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun ini menjadi perhatian besar, sehingga setiap gerak-gerik pejabat di dalamnya menjadi sorotan tajam masyarakat. Kehadiran kelompok disabilitas dan siswa di gerbong yang sama dengan Presiden menjadi alasan utama mengapa pengaturan posisi penumpang perlu dilakukan secara sigap oleh staf pendamping.
Secara keseluruhan, klarifikasi dari pihak Jakpro dan penjelasan dari pengamat politik telah memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai peristiwa tersebut. Apa yang tampak sebagai aksi pengusiran di media sosial sebenarnya adalah upaya koordinasi agar akses bagi penyandang disabilitas tetap terjaga di dekat Presiden. Hal ini menegaskan pentingnya melihat konteks penuh sebelum memberikan penilaian terhadap sebuah insiden yang terekam secara terbatas di ruang publik.




