Bekasi – Sebuah insiden tragis terjadi di Kampung Pulo Kapuk, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ketika ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas merenggut nyawa seorang ayah dan anaknya. Enam orang dari satu keluarga menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi di Kampung Pulo Kapuk RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti. Kebocoran gas diduga terjadi saat salah seorang anggota keluarga, Enah, sedang memasak dan menghangatkan nasi. Ia sempat meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki dugaan kebocoran tersebut.
Tak lama setelah permintaan bantuan, terdengar suara ledakan keras dari rumah korban. Tami, yang merupakan keluarga korban dan tinggal bersebelahan, mendengar suara ledakan tersebut. “Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya,” ujarnya.
Dari enam korban yang terdampak, Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7), dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya mengalami luka bakar yang sangat parah.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta, mengungkapkan bahwa ia mengetahui kejadian tersebut setelah didatangi oleh salah satu anak korban untuk meminta pertolongan. Setibanya di lokasi, beberapa korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi luka bakar.
Keenam korban segera dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi dan tiga lainnya ke Rumah Sakit Sentra Medika. Dugaan awal, kebakaran terjadi saat ibu korban sedang memasak nasi dan tabung gas mengalami kebocoran. Ketika hendak mengganti atau memperbaiki tabung, api diduga muncul dan menyambar orang-orang di dalam ruangan.
Suta menjelaskan bahwa kedua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar dengan luas lebih dari 90 persen. “Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen,” katanya.
Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Enah, ibu korban, dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi dengan luka bakar sekitar 90 persen. Amelya Putri dirawat di ruang rawat biasa dengan luka bakar di bagian kaki dan tangan di bawah 50 persen.
Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15), dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya. Kondisi keenam korban masih belum dapat dipastikan sepenuhnya karena mereka berada di ICU dan belum diperbolehkan dijenguk, namun luka bakar yang dialami tergolong serius.
Kasus ledakan tabung gas yang menyebabkan korban jiwa ini kini tengah ditangani oleh Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi untuk penyelidikan lebih lanjut.






