Beranda / Market / MSCI Keluarkan GOTO, Saham “Gocap” Menanti Kebijakan BEI

MSCI Keluarkan GOTO, Saham “Gocap” Menanti Kebijakan BEI

MSCI Keluarkan GOTO, Saham "Gocap" Menanti Kebijakan BEI

Indeks MSCI Inc telah mengumumkan peninjauan indeksnya untuk periode Agustus 2026, dengan perubahan yang akan berlaku mulai 1 September 2026. Salah satu keputusan signifikan adalah dikeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari perhitungan MSCI Global Standard Index.

Keputusan ini bertepatan dengan tekanan jual yang masih menggebu pada saham GOTO di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 28 Agustus 2026. Hingga penutupan perdagangan, antrean jual saham GOTO di level Rp 50 mencapai 378.815.848 lot saham, dengan nilai mencapai Rp 1,89 triliun. Selain itu, saham GOTO juga mencatat net sell asing sebesar Rp 96,6 miliar di seluruh pasar.

Menyusul pengumuman MSCI, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk juga mengumumkan penerimaan surat permohonan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai wakil direktur utama (wadirut) perseroan pada tanggal 28 Agustus 2026. Direktur GOTO, RA Koesoemohadiani, menyatakan bahwa alasan pengunduran diri Catherine Hindra adalah karena alasan pribadi dan keluarga.

“Selanjutnya, perseroan akan mengikuti dan menjalankan ketentuan yang diatur di dalam POJK 33/2014, Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka (POJK 15/2020) dan Anggaran Dasar Perseroan untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas pengunduran diri anggota Direksi tersebut,” ungkap RA Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi.

RA Koesoemohadiani menambahkan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan atas pengunduran diri tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2026.

Di sisi lain, rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 menjadi sorotan, terutama bagi saham-saham yang selama ini tertahan di level ‘gocap’. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang diperhatikan nasibnya pasca kebijakan ini.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, berpendapat bahwa kebijakan tersebut dapat memberikan jalan keluar bagi investor dan membuat proses pembentukan harga (price discovery) lebih mencerminkan kondisi permintaan dan penawaran. Secara teori, saham GOTO memang berpotensi bergerak turun hingga Rp 1 apabila aturan tersebut diberlakukan, namun penurunan tersebut tidak otomatis terjadi hanya karena perubahan batas harga.

“GOTO tetap bergantung pada fundamental, sentimen, serta kekuatan jual-belinya,” kata Liza dalam ulasannya, dikutip pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *