Beranda / Berita / Nasional / UNPERBA Jalin Kerja Sama dengan Manufaktur Korsel untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

UNPERBA Jalin Kerja Sama dengan Manufaktur Korsel untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

UNPERBA Jalin Kerja Sama dengan Manufaktur Korsel untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambut positif kerja sama antara Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Jawa Tengah dengan PT John Toys Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat keterhubungan antara institusi pendidikan tinggi dengan sektor industri.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur berorientasi ekspor yang beroperasi di Purbalingga dan memiliki jaringan bisnis dengan John Toys Korea, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman industri, kesiapan kerja, serta wawasan global bagi mahasiswa dan lulusan UNPERBA.

“Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa memahami sejak dini bagaimana standar kerja yang sesungguhnya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026). Ia menambahkan, “Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa UNPERBA untuk belajar langsung dari lingkungan industri yang terhubung dengan pasar internasional.”

Bamsoet menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU yang dilaksanakan secara daring dari Jakarta ke Kampus Unperba Purbalingga, Jawa Tengah, pada Jumat (28/8).

Menurut Bamsoet, kerja sama ini sangat relevan dengan perkembangan industri manufaktur Indonesia yang semakin terintegrasi dalam rantai pasok global. Mahasiswa UNPERBA diharapkan akan mendapatkan pembelajaran komprehensif, mulai dari pengenalan proses manufaktur, kualitas assurance dan control (QA/QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, hingga standar kualitas internasional.

Ia menekankan bahwa pengalaman ini akan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai berbagai faktor penentu daya saing industri, termasuk kualitas sumber daya manusia, efisiensi produksi, konsistensi mutu, kepatuhan prosedur, dan kemampuan memenuhi standar pasar dunia.

Selain aspek teknis, kerja sama ini juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter mahasiswa. Penguatan soft skills, etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud dan antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional menjadi fokus penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Bamsoet menjelaskan bahwa perusahaan modern tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mahir mengoperasikan mesin atau memahami proses produksi, tetapi juga sumber daya manusia yang dapat dipercaya, mampu menjaga kerahasiaan dan kualitas pekerjaan, taat prosedur, memahami risiko, serta berani menolak praktik menyimpang. Integritas menjadi semakin krusial dalam rantai pasok internasional yang memiliki standar tata kelola dan kepatuhan ketat.

“Yang kita bangun melalui kerja sama ini adalah ekosistem link and match yang nyata. Industri menyampaikan kebutuhan kompetensinya, perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik, sedangkan mahasiswa mendapatkan kesempatan menguji kemampuan di lapangan,” tutur Bamsoet.

Ia berharap pola kerja sama semacam ini dapat diperluas untuk memperkuat Purbalingga sebagai daerah penghasil sumber daya manusia yang siap bekerja untuk pasar nasional maupun internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya “Purbalingga’s Global Talent”, yaitu generasi muda yang memiliki kompetensi profesional, pengalaman industri, wawasan global, kemampuan adaptasi, dan integritas kuat.

Hal ini sejalan dengan visi UNPERBA untuk berkembang sebagai Entrepreneur University yang membangun pola pikir kewirausahaan pada mahasiswa, meliputi keberanian mengambil inisiatif, melihat peluang, memecahkan masalah, kreativitas, inovasi, adaptasi, kerja tim, kemampuan komunikasi, dan integritas tinggi.

“Purbalingga memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber tenaga kerja unggul Indonesia. Kita harus membangun SDM, memperkuat kompetensinya, dan menanamkan integritasnya sejak sekarang. Kolaborasi UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia merupakan contoh nyata bahwa pembangunan SDM dapat dimulai dari daerah,” pungkas Bamsoet.

Dalam acara tersebut, turut hadir Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee, dan Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *