Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, telah memicu krisis air bersih dan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi situasi darurat ini, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan bantuan.
Bantuan yang disalurkan meliputi 70 truk tangki air bersih dan masker gratis. Sasaran utama distribusi adalah pekerja pelabuhan dan masyarakat yang berada di Ring 1 Pelabuhan Bagendang. Prioritas diberikan kepada wilayah yang paling terdampak krisis pasokan air, termasuk Desa Bagendang Hulu, Desa Sumber Makmur, Desa Bagendang Hilir, serta Pondok Pesantren Sabilal Muttaqin Bagendang.
Upaya ini juga menyasar warga di sekitar lingkungan pelabuhan untuk memastikan kebutuhan dasar sehari-hari mereka tetap terpenuhi. Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, Pelindo menjalin sinergi dengan BUMD Perumdam Dharma Tirta Mentaya Kabupaten Kotim untuk menjamin kualitas air dan efektivitas logistik.
Terminal Head TPK Bagendang, Akhmad Fajar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Ia menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kedaruratan yang mengancam kesehatan.
“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas. Kami berupaya agar bantuan air bersih dapat segera menjangkau wilayah yang membutuhkan. Karena itu, kami bekerja sama dengan Perumdam Dharma Tirta Mentaya untuk menyalurkan 70 truk tangki air bersih kepada masyarakat,” kata Akhmad Fajar dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Selain pasokan air bersih, TPK Bagendang juga membagikan masker. Pembagian masker ini ditujukan bagi pekerja pelabuhan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar area pelabuhan. Tujuannya adalah untuk membantu mengurangi paparan langsung terhadap kabut asap yang timbul akibat karhutla.
“Pembagian masker difokuskan untuk melindungi pekerja pelabuhan dan masyarakat sekitar dari potensi gangguan saluran pernapasan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mengurangi dampak yang mereka rasakan,” tambah Akhmad Fajar.
Langkah taktis yang dilakukan Pelindo ini mendapat apresiasi positif dari Perumdam Dharma Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur. Perwakilan Perumdam, Natalis Daud, menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi aktif Pelindo.
“Kami berterima kasih atas partisipasi aktif Pelindo. Sinergi lintas instansi ini sangat krusial untuk mempercepat penanganan krisis dan meringankan beban masyarakat di wilayah Bagendang yang tengah berjuang menghadapi kekeringan,” ungkap Natalis.
Kolaborasi antara BUMN, BUMD, otoritas setempat, dan masyarakat dinilai sebagai kunci utama dalam penanganan krisis yang efektif. Pelindo Terminal Petikemas menegaskan komitmennya bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya terbatas pada operasional kepelabuhanan, tetapi juga berperan sebagai jaring pengaman sosial ketika lingkungan sekitar menghadapi situasi krisis.






