Geger Online – 28 Oktober 2026 | Pengawas tka telah menyiapkan rangkaian pengawasan ketat untuk memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 berjalan lancar di berbagai wilayah, mulai dari SMAN 1 Delitua di Sumatera Utara hingga MAN Kota Sawahlunto, serta SMAN 1 Waled di Jawa Barat.
Di SMAN 1 Delitua, Kepala Sekolah Tohom Paha menegaskan kesiapan infrastruktur dengan menyiapkan 404 unit komputer, termasuk 10 unit yang disewa khusus untuk mengantisipasi lonjakan peserta. Ujian dibagi menjadi dua gelombang; gelombang I melibatkan 204 siswa pada 26‑29 Oktober, sementara gelombang II melibatkan 200 siswa pada 2‑5 November. Setiap sesi menggunakan 58 komputer yang tersebar di tiga ruang, didukung oleh peningkatan daya listrik untuk menghindari gangguan teknis. Selama pelaksanaan, pengawas tka melakukan pemantauan silang untuk menjamin integritas soal dan mengawasi kepatuhan peserta terhadap larangan penggunaan handphone, smartwatch, maupun catatan pribadi.
Sementara itu, di SMAN 1 Waled, Kepala Sekolah Didi Winardi menyampaikan motivasi kepada ratusan siswa kelas XII. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan ilmu dan doa, serta menegaskan prosedur ketat seperti kehadiran minimal 30 menit sebelum ujian, pemakaian seragam putih abu‑abu, dan larangan membawa alat elektronik. Pengawas tka di sekolah ini berperan memastikan setiap peserta mengikuti tata tertib yang telah ditetapkan, sehingga hasil TKA dapat menjadi data pemetaan mutu pendidikan yang akurat.
Also Read
Pengawasan tka tidak hanya terbatas pada sekolah negeri. Di MAN Kota Sawahlunto, tim monitoring Kementerian Agama yang dipimpin oleh Kasi Pendidikan Madrasah Syafruddin melakukan kunjungan lapangan pada 27 Oktober. Tim tersebut, bersama Ketua Panitia TKA Oky Loly Weny dan Pengawas Madrasah Indra Gani, meninjau kesiapan teknis dan administratif, memastikan prosedur ujian utama madrasah (TKA Utama) berjalan sesuai standar. Kepala MAN sementara, Plh. Kepala Husein Al Hafezz, menyambut baik kehadiran tim sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Di luar lingkup pendidikan formal, program inklusif juga dijalankan. Warga binaan Rutan Magetan, yang dikenal dengan inisial W, berhasil mengikuti TKA 2026 dari dalam ruang kerohanian rutan. Kepala Rutan Hadi Wijaya menjelaskan bahwa fasilitas khusus disediakan agar W dapat menulis jawaban tanpa mengganggu keamanan. Kesempatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi semua warga, termasuk mereka yang berada dalam proses pembinaan.
Pengawas tka memainkan peran sentral dalam mengkoordinasikan semua elemen tersebut. Mereka tidak hanya mengawasi pelaksanaan teknis, tetapi juga memastikan keadilan, transparansi, dan akurasi hasil. Dengan adanya pengawas tka, setiap temuan atau potensi kecurangan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga data TKA menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya bagi kebijakan pendidikan nasional.
Selain pengawasan di tingkat sekolah, pemerintah daerah juga meningkatkan kapasitas pengawasan internal melalui kolaborasi dengan Kejaksaan Agung. Di Kabupaten Sidoarjo, Bupati Subandi bersama Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Harli Siregar, menyelenggarakan pelatihan bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Fokus pelatihan mencakup pencegahan penyimpangan, analisis hasil pengawasan, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum bila ditemukan indikasi tindak pidana. Meskipun tidak langsung terkait dengan TKA, peningkatan kemampuan pengawasan ini berdampak positif pada kualitas pelaksanaan ujian nasional, termasuk TKA.
Secara keseluruhan, sinergi antara pengawas tka, kepala sekolah, tim monitoring Kementerian Agama, serta aparat pengawas internal daerah menciptakan ekosistem yang mendukung keberhasilan TKA 2026. Upaya ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data kemampuan akademik yang akurat, tetapi juga meningkatkan standar mutu pendidikan, memberikan peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dan menegaskan komitmen Indonesia terhadap pendidikan inklusif dan berintegritas.
Dengan semua pihak bekerja sama, diharapkan TKA 2026 menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan nasional, sekaligus menjadi contoh bagi pelaksanaan asesmen berbasis teknologi yang transparan dan adil.




