Beranda / Berita / Regional / Petugas Palang Pintu KA di Pekalongan Tertidur, Warga Bertindak

Petugas Palang Pintu KA di Pekalongan Tertidur, Warga Bertindak

Petugas Palang Pintu KA di Pekalongan Tertidur, Warga Bertindak

PEKALONGAN – Perlintasan kereta api (KA) di wilayah Setono, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah palang pintu tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat sebuah KA melintas. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (30/8) pagi tersebut diduga disebabkan oleh petugas jaga yang tertidur di posnya.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak. Mereka berinisiatif menghentikan kendaraan yang hendak melintas untuk mencegah insiden yang lebih fatal. Setelah diperiksa, petugas jaga ditemukan tertidur di pos jaga, memicu kekecewaan dan kemarahan dari warga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, M Restu Hidayat, menyatakan penyesalannya atas kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa seharusnya pos penjagaan tersebut dijaga oleh dua orang petugas. Namun, pada saat kejadian, hanya satu petugas yang berada di pos dan diduga tertidur.

“Memang pada waktu itu, mohon maaf ya, informasinya palang pintu tidak ditutup. Di perlintasan kereta itu harusnya petugasnya dua,” ujar Restu saat dihubungi wartawan, Senin (31/8/2020). Ia menambahkan bahwa petugas yang satu lagi sedang mencari sarapan, sementara petugas yang di pos jaga dilaporkan dalam kondisi mengantuk.

Restu memastikan bahwa tidak ada kerusakan pada sistem palang perlintasan di lokasi tersebut. Palang pintu itu sendiri telah menggunakan sistem elektrik yang sepenuhnya dapat dioperasikan oleh petugas.

Lebih lanjut, Restu mengapresiasi kesigapan warga yang sigap mengambil tindakan. Warga disebut telah berusaha mengingatkan petugas ketika posisi kereta sudah cukup dekat dengan perlintasan, sekitar 100 hingga 150 meter.

“Di sekitar itu memang ada kegiatan. Kurang lebih 100 sampai 150 meter sudah ada kereta. Kemudian diingatkan warga, ‘Pak, itu ada kereta.’ Ternyata belum ditutup. Akhirnya mungkin warga yang menutup, warga juga yang menyetop kendaraan lain,” jelasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *