Beranda / Berita / Regional / Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran TPA Liar Waringinkurung yang Belum Padam

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran TPA Liar Waringinkurung yang Belum Padam

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran TPA Liar Waringinkurung yang Belum Padam

SERANG – Kebakaran di tempat pembuangan sampah (TPA) liar Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, dilaporkan masih belum kunjung padam sejak Jumat (28/8) lalu. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya oknum yang sengaja membuang sampah ke lokasi tersebut.

Api pertama kali terlihat oleh warga pada Jumat, 28 Agustus, sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Pranje, Desa Waringinkurung. Lokasi yang dulunya merupakan lahan bekas galian bata ini telah beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, menjelaskan bahwa lahan di Waringinkurung merupakan aset milik Pemerintah Kota Serang. Sejak tahun 2020, lokasi ini digunakan sebagai TPA sementara oleh Pemerintah Kabupaten Serang karena belum memiliki tempat pembuangan sampah sendiri.

“Ini sedang kami tindak lanjuti, karena perintah pimpinan pun silakan diselidiki. Kita khawatir, setelah sudah kita tutup di tahun 2025 lalu, tapi masih ada oknum yang membuang sampah di situ. Kita juga khawatir dimanfaatkan atau dikomersilkan,” ujar Hari.

Lokasi TPA Waringinkurung sendiri telah ditutup operasionalnya sejak tahun 2025 setelah Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan izin untuk membuang sampah di TPA Cilowong.

“Pada tahun 2025 pun sudah kami menindaklanjuti bahwasanya jangan ada kegiatan pembuangan sampah di situ lagi. Nah, maka dari tahun 2025 tempat sampah itu sudah tidak beroperasi, karena Pemkab Serang sudah diizinkan untuk pindah ke (TPA) Cilowong,” jelas Hari pada Minggu (30/8).

Ia menambahkan bahwa pada awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Serang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan Kabupaten Serang membuang sampah di TPA Cilowong yang berlokasi di Gunungsari.

Sejak penutupan operasional TPA Waringinkurung, ilalang tumbuh menutupi gunungan sampah. Kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu diduga bermula dari ilalang yang terbakar, kemudian merembet ke tumpukan sampah lama.

“Betul, karena kebakaran kemarin pun bermulanya dari ilalang. Begitu ilalang menyala, akhirnya sampah yang lama itu terbakar lah. Nah ternyata sampahnya itu sungguh luar biasa banyak, ya. Jadi yang terbakar saat ini bukan ilalangnya, tapi sisa sampah yang tahun-tahun lalu tertumpuk,” tuturnya.

Hari juga mengonfirmasi adanya temuan sampah baru di lokasi, namun sampah-sampah tersebut justru tidak ikut terbakar. “Walaupun kemarin kita temui masih ada beberapa sampah baru, itu malah tidak terbakar, gitu. Malah yang kering yang terbakar, yang sudah lama,” tambahnya.

Pengerahan Alat Berat untuk Pemadaman

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api di TPA liar Waringinkurung. Empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi.

“Kalau untuk kondisi terkini saat ini, kalau untuk api yang sifatnya besar itu dipastikan tidak ada. Hanya asap yang belum habis, karena api itu ada di bawah permukaan sampahnya, di bawah tumpukan, jadi sulit dipadamkan,” kata Hari Purwanto, Minggu (30/8/2026).

Untuk mempercepat proses pemadaman, alat berat seperti ekskavator diturunkan untuk mengurai tumpukan sampah. Hal ini bertujuan agar api yang berada di bawah tumpukan dapat dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran.

“Jadi alat berat fungsinya mengurai atau membuka tumpukan sampah, sehingga nanti damkar bisa memadamkan api tepat di titik api tersebut, gitu. Jadi untuk teknisnya nanti kita menunggu arahan dari Damkar,” jelas Hari.

Warga Mengeluhkan Bau Asap dan Sesak Napas

Warga yang bermukim di sekitar TPA liar Waringinkurung melaporkan bahwa kebakaran masih berlangsung hingga lebih dari 24 jam sejak pertama kali terjadi.

Lisna Hasbullah, warga Kampung Cibeka, mengatakan bahwa api masih terlihat dari permukiman warga yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kebakaran. Dalam foto yang dikirimkan, terlihat api membara di tengah kegelapan malam.

Lisna juga menyebutkan beberapa warga mendengar suara letupan yang menyerupai bunyi petasan dari arah lokasi TPA.

“Ini menyala lagi, kata anak-anak seperti petasan. Katanya kayak bunyi petasan,” ujar Lisna kepada wartawan pada Sabtu (29/8/2026).

Bau asap yang menyengat telah tercium hingga ke kediaman Lisna, yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi kebakaran. “Kampung Cibeka, bau asap menyengat. Warga mengeluh sesak napas,” ucapnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *