Beranda / Berita / Nasional / Prabowo Terima Presiden Timor Leste dan 20 Peraih Nobel: Fokus Kerja Sama Sains & Inovasi

Prabowo Terima Presiden Timor Leste dan 20 Peraih Nobel: Fokus Kerja Sama Sains & Inovasi

Prabowo Terima Presiden Timor Leste dan 20 Peraih Nobel: Fokus Kerja Sama Sains & Inovasi

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta beserta rombongan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026). Rombongan tersebut terdiri dari sekitar 20 peraih Penghargaan Nobel dari berbagai negara.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama strategis yang lebih luas, mencakup bidang lingkungan hidup, penelitian, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi.

Para peraih Nobel yang hadir membawa keahlian dari berbagai disiplin ilmu, termasuk perdamaian, sains, kimia, hingga ketahanan pangan. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Pertemuan ini dirancang sebagai wadah diskusi untuk mendorong kolaborasi konkret antara jaringan ilmuwan internasional dengan ekosistem riset nasional Indonesia. Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara langsung mendorong para peraih Nobel untuk menjalin kemitraan dengan para peneliti serta akademisi di Indonesia.

Langkah ini dinilai sangat penting untuk memperkuat pengembangan talenta lokal sekaligus memajukan teknologi. Upaya ini juga merupakan bagian dari diplomasi dan pembangunan hubungan baik antarnegara tetangga.

Kunjungan Presiden Jose Ramos-Horta bersama rombongan peraih Nobel dunia ini berakar dari komitmen berkelanjutan Indonesia dan Timor Leste dalam memperkuat diplomasi kawasan yang berbasis pada pengetahuan dan kemanusiaan. Sebagai negara tetangga di Asia Tenggara, kedua negara terus berupaya memperluas spektrum kerja sama, tidak hanya pada sektor ekonomi dan politik, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Inisiatif untuk melibatkan para pakar tingkat dunia ini digagas dengan tujuan menjembatani riset global dengan kebutuhan pembangunan di kawasan. Hal ini penting khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan percepatan teknologi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis riset internasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *