Pandeglang – Kebahagiaan terpancar dari wajah Nenek Sanami (75), warga Kampung Baitul Mumin, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rumahnya yang selama ini tidak layak huni kini mulai direnovasi.
“Alhamdulillah, rumah saya sekarang sudah mulai dibangun, saya senang sekali karena selama ini rumah saya sudah tidak layak,” ujar Sanami di lokasi, Jumat (28/8/2026).
Nenek Sanami telah tinggal seorang diri di rumah yang nyaris roboh tersebut selama tiga tahun terakhir. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan untuk proses pembangunan rumahnya.
“Terima kasih banyak kepada semua yang sudah membantu saya. Semoga Allah membalas semua kebaikannya,” tuturnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pandeglang, Ade Taufik Rahmansyah, membenarkan bahwa rumah Nenek Sanami mendapatkan bantuan perbaikan. Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Banten melalui unit pembentukan zakat (UPZ) Baznas Banten, serta para donatur.
“Kami mengirimkan usulan di antaranya ke Biro Kesra Provinsi, dan direalisasikan bantuannya,” jelas Ade.
Sebelumnya, Nenek Sanami harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya memprihatinkan selama hampir tiga tahun. Ironisnya, ia terkadang terpaksa berpuasa karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan.
Rumah Sanami yang berlokasi di Kampung Baitul Mumin, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, hanya menyisakan bagian dapur sebagai area yang masih layak huni. Atap di bagian samping rumah tampak sudah ambruk, sementara tembok huniannya juga menunjukkan kerapuhan akibat usia.
Kondisi rumah yang nyaris ambruk tersebut menimbulkan kecemasan bagi Sanami, mengingat bangunan tersebut sewaktu-waktu bisa roboh. Saat cuaca ekstrem, ia mengaku terpaksa mengungsi ke rumah tetangga demi keselamatan.
“Hujan, petir, Ibu nginep di rumah orang,” ungkapnya.






