Beranda / Market / Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) Diprediksi Naik 48% dengan Target Harga Baru

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) Diprediksi Naik 48% dengan Target Harga Baru

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) Diprediksi Naik 48% dengan Target Harga Baru

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) diproyeksikan mengalami peningkatan laba bersih pada semester II-2026 yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2027. Proyeksi ini menjadi amunisi penguatan harga saham BRIS yang mendapatkan target harga tinggi dari Phintraco Sekuritas.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pada semester I-2026, bank syariah anggota Himbara ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp3,61 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan 5,7% dibandingkan periode sebelumnya. Namun, margin income tercatat stabil di angka Rp14,02 triliun. Stabilitas ini didukung oleh penurunan beban bagi hasil sebesar 6,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp4,31 triliun, yang berkontribusi pada efisiensi biaya dana.

“Pencapaian pendapatan margin dan laba bersih ini masing-masing telah mencapai 45% dan 41% dari estimasi kami untuk tahun 2026 sebesar Rp31,14 triliun dan Rp8,74 triliun,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Jumat (28/6/2026).

Manajemen BRIS tetap mempertahankan panduan tahun 2026 untuk pertumbuhan pembiayaan di kisaran 14-16%, Cost of Credit (CoC) di bawah 1%, dan Net Interest Margin (NIM) di atas 5,5%. Dari sisi pendapatan, fee based income (FBI) menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 38,2% YoY menjadi Rp4,06 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan FBI ini didukung oleh bisnis gadai emas, transaksi emas digital, dan treasury, sehingga kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat menjadi 29,63%.

Laba dan Target Harga

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, Phintraco Sekuritas memproyeksikan laba bersih BRIS akan mencapai Rp8,74 triliun pada tahun 2026, atau naik 15,5% dari tahun sebelumnya. Proyeksi ini diperkirakan akan terus tumbuh menjadi Rp9,81 triliun pada tahun 2027, dengan pertumbuhan sebesar 12,2%.

Phintraco Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BRIS dengan menetapkan fair value baru sebesar Rp2.675 per saham. Angka ini mengalami penyesuaian dari target sebelumnya yang berada di Rp3.025, namun masih mencerminkan potensi kenaikan sebesar 48% dari harga saat ini.

Penilaian ini didasarkan pada pendekatan justified P/B dengan menggunakan model residual income (RIM) sebagai metode pembanding. Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas mengingatkan bahwa risiko utama yang dihadapi BRIS berasal dari potensi peningkatan cost of credit akibat adanya pelemahan kualitas pembiayaan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *