Sikap Tegas Singapura Soal Karhutla: Menlu Singapura Pakai Bahasa Indonesia Saat Bahas Karhutla, Singgung Peribahasa Berat Sama Dipikul [titlebase]

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

29 Oktober 2026, 01:53 WIB

Sikap Tegas Singapura Soal Karhutla: Menlu Singapura Pakai Bahasa Indonesia Saat Bahas Karhutla, Singgung Peribahasa Berat Sama Dipikul [titlebase]
Sikap Tegas Singapura Soal Karhutla: Menlu Singapura Pakai Bahasa Indonesia Saat Bahas Karhutla, Singgung Peribahasa Berat Sama Dipikul [titlebase]
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 29 Oktober 2026 | Jakarta menjadi saksi momen diplomasi yang cukup emosional saat Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, melakukan kunjungan kerja dalam rangka membahas penanganan kabut asap lintas batas. Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian publik, Menlu Singapura pakai bahasa Indonesia saat bahas karhutla, singgung peribahasa berat sama dipikul [titlebase] sebagai bentuk solidaritas terhadap Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus menegaskan bahwa persoalan lingkungan ini adalah tanggung jawab kolektif kedua negara.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Vivian menegaskan bahwa meskipun El Nino merupakan fenomena alam, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah akibat aktivitas manusia yang harus dihentikan. Saat menyampaikan komitmennya, ia kembali menekankan bahwa Menlu Singapura pakai bahasa Indonesia saat bahas karhutla, singgung peribahasa berat sama dipikul [titlebase] untuk menggambarkan betapa pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam menghadapi bencana kabut asap yang sering kali melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah Singapura menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi lebih jauh dengan Indonesia. Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah pembentukan gugus tugas bersama. Gugus tugas ini memiliki mandat untuk:

  • Melakukan pertukaran data dan informasi terkait titik api secara real-time.
  • Menelusuri aliran dana dan jejak finansial perusahaan yang terindikasi terlibat dalam pembakaran lahan.
  • Menindak tegas perusahaan, termasuk yang terdaftar di Singapura, jika terbukti melanggar regulasi lingkungan.

Arrmanatha Nasir menambahkan bahwa aspek finansial menjadi krusial dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, sebagaimana asap melintasi batas negara, aliran uang hasil praktik ilegal pun dapat melakukan hal serupa. Oleh karena itu, pelacakan jejak uang menjadi prioritas untuk memberikan efek jera bagi para pelaku di balik layar.

Selain membahas aspek hukum dan regulasi, kunjungan ini juga menyoroti apresiasi Singapura terhadap kerja keras ribuan petugas pemadam kebakaran Indonesia yang berjuang di lapangan dalam kondisi berbahaya. Sikap simpatik yang ditunjukkan saat Menlu Singapura pakai bahasa Indonesia saat bahas karhutla, singgung peribahasa berat sama dipikul [titlebase] mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan menerima kunjungan diplomatik ini untuk membahas langkah lanjutan pemerintah.

Secara keseluruhan, kolaborasi ini menandai babak baru dalam diplomasi lingkungan antara Jakarta dan Singapura. Dengan mengedepankan transparansi informasi dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan persoalan karhutla yang merugikan kesehatan dan ekonomi masyarakat di kedua negara dapat diminimalisir secara signifikan di masa mendatang.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru