Beranda / Bisnis / TBS Energi Utama (TOBA) Sukses Bertransformasi, Pendapatan Non-Batu Bara Lampaui 66%

TBS Energi Utama (TOBA) Sukses Bertransformasi, Pendapatan Non-Batu Bara Lampaui 66%

TBS Energi Utama (TOBA) Sukses Bertransformasi, Pendapatan Non-Batu Bara Lampaui 66%

JAKARTA – PT TBS Energi Utama (TOBA) melaporkan kinerja keuangan semester I-2026 yang mengukuhkan keberhasilan transformasi portofolio perusahaan menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan. Pergeseran ini kini tercermin jelas dalam struktur pendapatan, margin keuntungan, dan kemampuan perseroan dalam menghasilkan arus kas.

Perubahan paling signifikan terlihat pada komposisi pendapatan. Bisnis non-batu bara, yang didominasi oleh pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik, menyumbang 66,5% dari total pendapatan konsolidasi. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontribusi bisnis batu bara yang tercatat sebesar 31,4%.

Setahun sebelumnya, portofolio TBS Energi Utama masih didominasi oleh batu bara. Pergeseran ini telah terindikasi sejak kuartal pertama dan semakin menguat pada kuartal kedua, menunjukkan bahwa perubahan ini bersifat struktural dan bukan sekadar musiman.

Direktur dan Chief Financial Officer TBS, Juli Oktarina, menyatakan bahwa pada tahun lalu, batu bara masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. “Hari ini bisnis non-batu bara kami dua kali lipat lebih besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas. Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).

Dari sisi neraca keuangan per 30 Juni 2026, perseroan memiliki posisi kas sebesar US$ 94,7 juta. Utang bank jangka pendek mengalami penurunan signifikan sebesar 30,9% secara tahunan (yoy), sementara total liabilitas jangka pendek turun 13,5% yoy. Langkah refinancing obligasi rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III berhasil memindahkan US$ 27,5 juta dari jatuh tempo jangka pendek, sehingga profil jatuh tempo utang perseroan menjadi lebih panjang.

Tingkat leverage perseroan juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat 5,4x, menurun dari 5,6x pada akhir tahun 2025. Perbaikan ini memperkuat kapasitas perusahaan untuk mendanai program transisinya.

Juli menambahkan bahwa likuiditas yang dimiliki perseroan memadai untuk mendanai rencana pertumbuhan dan tetap berada pada jalur target netralitas karbon pada tahun 2030. “Bisnis-bisnis baru kami sudah menghasilkan kas, utang jangka pendek kami turun signifikan, dan neraca kami memberi ruang untuk terus berinvestasi. Fondasinya sudah ada, dan kami akan terus membangun di atasnya,” tegasnya.

Arus kas operasi mengalami pergerakan positif, berbalik dari negatif US$ 31,6 juta menjadi positif US$ 14,6 juta. Pendapatan konsolidasi tercatat relatif stabil di angka US$ 173,0 juta, meskipun perseroan telah sepenuhnya keluar dari bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara dan memangkas perdagangan batu bara sekitar dua pertiga sepanjang tahun.

Laba kotor konsolidasi melonjak lebih dari dua kali lipat, dari US$ 13,9 juta menjadi US$ 28,2 juta. Peningkatan ini didorong oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar US$ 13,5 juta, yang membuat margin kotor naik dari 8,1% menjadi 16,3% yoy.

EBITDA konsolidasi mengalami kenaikan sebesar 23,7%, sementara total aset turun 3,6% yoy. Hal ini mengindikasikan bahwa perseroan mampu menghasilkan laba yang lebih besar dari basis aset yang lebih kecil.

Kerugian perseroan menyusut secara signifikan, terutama karena tidak terulangnya kerugian divestasi pada tahun 2025. Meskipun masih mencatat kerugian, kerugian tersebut sebagian besar berasal dari langkah-langkah transisi bisnis, seperti rugi non-kas dari depresiasi dan amortisasi terkait akuisisi Cora Environment, serta biaya pendanaan untuk aksi merger dan akuisisi yang bertujuan mentransformasi bisnis menuju infrastruktur berkelanjutan dan pengembangan bisnis kendaraan listrik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *