Geger Online – 06 Oktober 2026 | Pasar komoditas logam mulia tengah menjadi sorotan utama bagi para investor di tanah air. Mengingat tingginya dinamika kondisi ekonomi global, harga emas diprediksi bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2,42—Rp 2,68 juta per gram pada pekan ini [titlebase]. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi investasi dalam waktu dekat.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa harga logam mulia pada akhir pekan lalu ditutup pada posisi Rp 2,57 juta per gram. Namun, proyeksi ke depan menunjukkan adanya potensi koreksi yang cukup signifikan. Secara teknikal, jika terjadi pelemahan, level support pertama diprediksi berada di angka Rp 2,55 juta per gram, sementara level support kedua menyentuh Rp 2,42 juta per gram. Sebaliknya, jika tren penguatan kembali dominan, harga berpotensi menguji level resisten di Rp 2,59 juta per gram hingga Rp 2,68 juta per gram.
Pergerakan harga emas diprediksi bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2,42—Rp 2,68 juta per gram pada pekan ini [titlebase] ini bukan tanpa alasan. Ibrahim menjelaskan bahwa faktor utama yang memicu volatilitas adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas. Konflik di Selat Hormuz dan pertempuran yang melibatkan Yaman Houthi terhadap Arab Saudi menjadi pemicu utama ketidakpastian pasar. Selain itu, indeks dolar AS yang diproyeksikan bergerak di rentang 100,40 hingga 102,80 turut memberikan tekanan tambahan terhadap komoditas safe haven ini.
Also Read
Berikut adalah proyeksi level teknikal harga emas dunia dalam troy ons:
- Resisten kedua: 4.255 dolar AS
- Resisten pertama: 4.197 dolar AS
- Support pertama: 4.087 dolar AS
- Support kedua: 4.033 dolar AS
Di luar sektor ekonomi, situasi keamanan di Timur Tengah juga terus menjadi perhatian dunia. Ketegangan meningkat setelah aksi penyerbuan oleh pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan kepolisian setempat. Sepanjang September lalu, tercatat 736 pelanggaran terjadi di Yerusalem, termasuk puluhan kasus penodaan terhadap situs suci tersebut. Ketidakstabilan di kawasan ini secara tidak langsung memperkuat narasi ketegangan geopolitik yang memengaruhi sentimen investor global terhadap emas.
Bagi para investor, volatilitas yang tajam ini dapat menjadi peluang sekaligus risiko. Meskipun harga emas diprediksi bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2,42—Rp 2,68 juta per gram pada pekan ini [titlebase], Ibrahim menyarankan agar masyarakat tetap waspada. Bagi mereka yang memiliki profil risiko terukur, fluktuasi harga saat ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum tepat untuk melakukan pembelian, terutama jika harga menyentuh level support terendah.
Secara keseluruhan, pasar emas saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, mulai dari kebijakan bank sentral global hingga eskalasi konflik di Timur Tengah. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan nilai tukar dolar serta situasi geopolitik yang dapat mengubah arah pergerakan harga emas secara mendadak dalam waktu singkat.




