Beranda / Bisnis / Wisatawan RI Sering Beli Asuransi Perjalanan Jelang Keberangkatan

Wisatawan RI Sering Beli Asuransi Perjalanan Jelang Keberangkatan

Wisatawan RI Sering Beli Asuransi Perjalanan Jelang Keberangkatan

JAKARTA – Mayoritas wisatawan Indonesia masih membeli asuransi perjalanan secara mendadak, atau last minute. Data transaksi Igloo Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan median waktu pembelian asuransi perjalanan hanya dua hari sebelum keberangkatan. Bahkan, sekitar 30% polis dibeli pada hari keberangkatan, dengan 67% polis dibeli dalam waktu satu minggu sebelum perjalanan.

Temuan ini merupakan bagian dari laporan data asuransi perjalanan Igloo 2026 yang menganalisis tren permintaan, destinasi, jenis perlindungan, perilaku pembelian, profil pelanggan, hingga pola pembelian ulang asuransi perjalanan di Indonesia. Pola pembelian ini mengindikasikan bahwa perlindungan perjalanan belum terintegrasi sebagai bagian dari perencanaan awal.

Wisatawan domestik tercatat membeli asuransi rata-rata satu hari sebelum perjalanan. Sementara itu, wisatawan internasional cenderung membeli enam hari sebelum keberangkatan. Co-Founder dan CEO Igloo Raunak Mehta menyatakan bahwa kebiasaan membeli asuransi menjelang keberangkatan menuntut proses pembelian yang sederhana dan cepat.

“Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan bahwa masyarakat belum menjadikan perlindungan perjalanan sebagai bagian dari perencanaan perjalanan,” ujar Raunak dalam keterangan pers, Senin (31/8/2026). Ia menambahkan, kondisi ini mendorong kebutuhan akan proses pembelian yang mudah diselesaikan melalui perangkat seluler.

Untuk memfasilitasi kemudahan tersebut, Igloo telah mengembangkan agen berbasis percakapan bernama Igi. Agen AI ini membantu pelanggan mulai dari pencarian hingga pembelian produk asuransi perjalanan.

Meskipun pembelian dilakukan mendekati waktu keberangkatan, perlindungan medis tetap menjadi prioritas utama wisatawan. Sebanyak 92% pelanggan memilih perlindungan medis. Selanjutnya, perlindungan kecelakaan fatal menjadi pertimbangan 62% pelanggan, diikuti keterlambatan perjalanan 61%, kehilangan barang pribadi 60%, dan keterlambatan bagasi 54%. Perlindungan terkait Covid-19 menjadi pertimbangan paling rendah dengan 23%.

Tren Asuransi Wisatawan

Dari sisi destinasi, perjalanan internasional mendominasi dengan kontribusi 65% dari total polis yang terjual. Jepang menjadi destinasi internasional terpopuler, menyumbang 26% dari total polis perjalanan internasional. China dan Malaysia masing-masing menyusul dengan 11%, diikuti Singapura 10%, dan Thailand 9%.

Untuk perjalanan domestik, Malang tampil sebagai destinasi terpopuler dengan kontribusi 31%, disusul Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15%.

Laporan Igloo juga mencatat mulai terbentuknya kebiasaan pembelian ulang. Sebanyak 41% pelanggan telah membeli asuransi perjalanan setidaknya dua kali, dengan rata-rata empat polis per pelanggan. Pelanggan yang membeli kembali cenderung membayar premi rata-rata 31% lebih tinggi dibandingkan pelanggan pertama kali.

Pelanggan yang melakukan pembelian ulang juga lebih awal dalam merencanakan perjalanan. Mereka rata-rata membeli asuransi 18 hari sebelum keberangkatan, dibandingkan 12 hari bagi pelanggan pertama kali.

Dari sisi musiman, penjualan asuransi perjalanan mencapai puncaknya pada periode November dan Desember. Transaksi pada November tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan. Sebaliknya, permintaan cenderung menurun pada April dan Mei, bertepatan dengan peningkatan perjalanan domestik pasca-Idulfitri.

Igloo menilai penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Kompleksitas informasi produk, minimnya panduan dalam memilih perlindungan, serta keterbatasan akses layanan di luar jam operasional menjadi beberapa hambatan utama.

Pada Juni 2026, Igloo meluncurkan Igi sebagai asisten AI end-to-end untuk asuransi perjalanan di Indonesia. Sejak diluncurkan, pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat memiliki kemungkinan 44% lebih tinggi untuk menyelesaikan pembelian dibandingkan pengguna yang hanya memanfaatkan situs web.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *