JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 9.765 kali gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa utama magnitudo (M) 7,7. Gempa susulan terbesar yang tercatat memiliki kekuatan M 6,2.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa data ini dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Sebanyak 9.765 gempa susulan yang sudah terjadi,” kata Berton dalam konferensi pers virtual BNPB, Minggu (30/8/2026).
Ia menambahkan, dari ribuan gempa susulan tersebut, tercatat gempa terbesar adalah M 6,2, sementara gempa terkecil berkekuatan M 1. BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan dapat berlangsung hingga tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
Berton juga mengonfirmasi belum ada penambahan laporan korban jiwa terkait rangkaian gempa di NTT. Hingga saat ini, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 111 orang. “Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang,” jelasnya.






