PT Habco Maritima Tbk (HATM) berencana melakukan penambahan modal dengan cara menerbitkan saham baru melalui skema private placement atau penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Aksi korporasi ini akan melibatkan PT Multi Sarana Nasional (MSN) sebagai pembeli saham baru.
MSN, yang merupakan pihak terafiliasi dengan HATM, akan mengakuisisi sebanyak 640.000.000 saham baru. Jumlah ini setara dengan 7,37% dari total saham yang diterbitkan perseroan. Struktur kepemilikan MSN mayoritas dikuasai oleh PT Habco Prima Investama, sementara sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Cosmas Kiardi. Lebih lanjut, PT Habco Prima Investama dimiliki oleh Benny, Cosmas Kiardi, dan Hasanul Arifin Hasibuan, yang merupakan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dari HATM.
Keputusan MSN untuk menyuntikkan modal tambahan ke HATM didasari oleh keyakinan akan potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. MSN berharap investasi ini dapat memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Struktur permodalan MSN yang kuat siap mendukung rencana aksi korporasi HATM dalam waktu dekat. Hingga kini, HATM belum mengumumkan calon investor lain dari pihak nonafiliasi yang juga akan turut serta dalam aksi korporasi ini.
Rencana Penggunaan Dana
Dalam aksi private placement ini, harga pelaksanaan saham ditetapkan sebesar Rp500 per saham. Angka ini merupakan 90,50% dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa di pasar reguler sebelum tanggal 7 September 2026. Dengan penetapan harga tersebut, HATM berpotensi menghimpun dana segar senilai Rp320 miliar.
Manajemen HATM menyatakan bahwa seluruh dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini, setelah dipotong biaya-biaya terkait, akan dialokasikan untuk belanja modal. Penggunaan dana tersebut mencakup penambahan armada kapal perusahaan atau untuk pembayaran pinjaman bank. Rencana ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2026.
Pelaksanaan private placement ini dijadwalkan paling lambat pada akhir Desember 2026. Meskipun penerbitan saham baru ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan sebesar 6,87%, namun tidak akan mengubah struktur pengendali perusahaan. PT Habco Primatama dipastikan akan tetap menjadi pemegang saham pengendali HATM.






