Nasib pilu dialami oleh pasangan lansia, Dayat (77) dan Darmi (63), yang tinggal di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan, Jawa Tengah. Keduanya kehilangan hak atas bantuan sosial (bansos) yang seharusnya mereka terima, karena terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online (judol), padahal kenyataannya mereka bahkan tidak memiliki ponsel.
Sebelumnya, Mbah Dayat dan Darmi terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan rutin menerima bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu setiap tiga bulan. Namun, sejak awal tahun 2026, bantuan tersebut dihentikan karena nama mereka dicoret dari daftar penerima bansos.
Kondisi ekonomi pasangan lansia ini tergolong sangat memprihatinkan, bahkan mereka masih tercatat dalam desil 1, yang menunjukkan tingkat kemiskinan tertinggi.
“Ya keluarga penerima manfaat keluarga Mbah Dayat telah dicoret bansos. Padahal, memang betul-betul orang tidak mampu. Kebetulan kita cek juga desilnya satu,” ungkap Neli Setyowati, operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Kayugeritan, saat ditemui di rumah Mbah Dayat pada Jumat (28/8).
Neli menjelaskan bahwa di Desa Kayugeritan, terdapat 18 KPM yang dinonaktifkan karena terindikasi judi online, termasuk Mbah Dayat dan Darmi. Pihak desa kemudian mengajukan sanggahan atas status penonaktifan ini, mengingat kondisi Mbah Dayat dan Darmi yang dinilai tidak mungkin terlibat dalam aktivitas judi online.
Lebih lanjut, Neli melakukan klarifikasi mendalam, termasuk kemungkinan adanya penyalahgunaan identitas atau peminjaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dayat dan Darmi oleh pihak lain. Hasil klarifikasi tersebut membuahkan pengakuan bahwa identitas mereka memang pernah dipinjam.
“Setelah penonaktifan, saya klarifikasi. Membuat surat pernyataan bermaterai, saya juga klarifikasi apakah KTP-nya pernah dipinjam orang lain. Hasilnya diakui,” ujar Neli.
Neli menegaskan bahwa keterlibatan Mbah Dayat dan Darmi dalam kegiatan judi online sangat tidak memungkinkan. “Maaf, SDM-nya rendah, tidak bersekolah dan tidak bisa baca tulis. Jadi, tidak mungkin ada indikasi untuk judol. HP juga tidak punya,” tutupnya.






